Perumpamaan Pengamal Kalimah Tauhid dalam Tafsir Isyari
Tafsir Ibnu Ajibah tentang tauhid, zikir, dan buah keimanan dalam kehidupan seorang mukmin
Pertama, orang mukmin yang imannya sempurna serta senantiasa memberikan manfaat dan membawa kebaikan bagi dirinya, keluarga, sesama, dan lingkungannya.
Kedua, ilmunya bersambung artinya memiliki keterhubungan dengan tradisi keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan (sanad ilmiah) disertai keterhubungan dengan pengamalan “amal ilmiah-ilmu amaliah”. Ilmu yang berkesinambungan dengan amal, bukan sekadar mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya.
Ketiga, waktu-waktu hidupnya dimakmurkan dengan dzikrullah, baik di kala lapang maupun sempit, di saat sehat dan sakit, saat berdiri, duduk, bahkan ketika berbaring (sesuai kondisi dan keadaan).
Keempat, seluruh gerak dan diamnya selalu ditujukan untuk mencari ridha Allah dan jadi bagian dari ketaatan kepada-Nya. Sehingga setiap waktunya ia persembahkan amal shalihnya kepada Allah, dan amalnya itu naik kepada-Nya, artinya ada harapan amalnya diterima dan Allah meridhainya.
Tafsir Isyari
Manhaj penafsiran yang dilakukan oleh Imam Sayid Ibnu Ajibah mencantumkan tafsir isyari dalam karyanya tersebut tanpa mengabaikan tafsir dzahirnya. Aspek dzahir (eksoteris) dipaparkan lebih dulu sebagai pijakan yang disusul oleh aspek isyarah (esoteris) untuk mengungkap isyarat yang tersembunyi dalam ayat tersebut.
الأحوال والمقامات، وأذواقها: الوجدان وحلاوة المعاملات، وانتهاء طيب أثمارها: العلوم وكشف أسرار الذات، الذي هو مقام الإحسان، وهي معرفة الشهود والعيان.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

