Perumpamaan Pengamal Kalimah Tauhid dalam Tafsir Isyari
Tafsir Ibnu Ajibah tentang tauhid, zikir, dan buah keimanan dalam kehidupan seorang mukmin
Isyarah atau tafsir isyari dari ayat tersebut, yakni kalimat yang baik adalah kalimat tauhid, sedangkan pohon yang baik adalah pohon keimanan. Akar pohon tersebut adalah tauhid yang menghunjam kokoh di dalam qalbu. Cabang-cabangnya adalah kewajiban-kewajiban agama (faraidh dan wajibat). Ranting-rantingnya adalah sunah-sunah yang sangat dianjurkan (sunan mu’akkadah), daun-daunnya adalah amalan-amalan yang dianjurkan (mandubat dan mustahabbat), bunga-bunganya adalah ahwal (keadaan-keadaan ruhani) dan maqamat (tahapan-tahapan spiritual). Adapun cita rasa ruhani (dzauq) yang dirasakan darinya adalah pengalaman/perasaan batin (wijdan) dan manisnya bermuamalah. Puncak kebaikan buah-buahnya adalah berbagai ilmu dan tersingkapnya rahasia-rahasia (asrar) Zat Ilahi yang merupakan maqam ihsan, yaitu mengenal Allah melalui penyaksian batin dan pengalaman ruhani secara langsung (ma’rifatus syuhud wal ‘iyan).
Penulis Iqadzul Himam Syarah Al Hikam itu melanjutkan, maka siapa yang belum mencapai maqam (ihsan) ini, berarti ia belum memetik buah dari pohon keimanannya. Barang siapa kekurangan salah satu dari cabang-cabang tersebut, maka berkurang pula kesempurnaan pohon keimanannya sesuai dengan kadar kekurangan itu. Kekurangan tersebut bisa terjadi pada cabang-cabangnya, ranting-rantingnya, daunnya, manisnya pengalaman ruhani, keharuman bunganya, atau baiknya buah yang dihasilkannya.
Sudah maklum bahwa pohon yang tumbuh sendiri di tempat terbuka tanpa penyerbukan akan menjadi pohon jantan. Pohon itu memang tumbuh dan berdaun, tetapi tidak menghasilkan buah. Demikian pula pohon keimanan orang yang tidak memiliki seorang guru mursyid yang layak untuk mendidiknya. Cabang dan daunnya mungkin banyak, tetapi buahnya lemah. Buahnya mudah berguguran ketika diterpa angin.
Pohon yang baik bukan sekadar pohon yang kokoh akarnya dan rindang cabangnya, melainkan juga pohon yang menghasilkan buah yang bermanfaat. Keteguhan tauhid sudah semestinya tercermin dalam ketaatan, ibadah, akhlak, amal shalih, kemanfaatan dan dzikrullah yang konsisten. Imam Ibnu Ajibah mengisyaratkan bahwa Guru Mursyid turut diperlukan agar pohon yang baik itu tumbuh sehat dan terawat serta dapat menghasilkan buah yang secara berkesinambungan dengan memberikan manfaat dan maslahat. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

