Perumpamaan Pengamal Kalimah Tauhid dalam Tafsir Isyari
Tafsir Ibnu Ajibah tentang tauhid, zikir, dan buah keimanan dalam kehidupan seorang mukmin
Pohon itu menghasilkan buah yang dapat dimakan pada setiap waktu yang telah Allah tetapkan baginya untuk berbuah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, adh-Dhahhak, dan ulama lainnya bahwa makna كُلَّ حِينٍ adalah setiap pagi dan petang, atau kapan pun buahnya hendak dipetik.
Ulama memang berbeda pendapat mengenai pohon yang dijadikan perumpamaan kalimat ikhlas/tauhid dalam ayat tersebut. Ada yang berpendapat bahwa pohon tersebut tidak ditentukan secara khusus, ada yang berpandangan bahwa itu pohon kelapa. Namun mayoritas ulama berpendapat bahwa pohon itu adalah pohon kurma.
Imam Ibnu Ajibah yang dikenal sebagai mufassir sufi ini kemudian menyatakan bagaimana sosok atau figur yang diumpamakan dengan pohon yang baik itu, dengan gambaran sebagai berikut:
Seorang mukmin yang sempurna, yang senantiasa memberikan manfaat, ilmunya bersambung, waktu-waktunya dipenuhi dengan berzikir kepada Allah atau diisi dengan memberi peringatan/nasihat kepada hamba-hamba Allah. Setiap gerak dan diamnya berada dalam ketaatan kepada Allah, karena semua itu dilakukannya demi mengharap ridha-Nya. Dengan demikian, di setiap saat dan waktunya, amal perbuatannya naik menuju Allah.
Penulis Mi’raj At Tasyawwuf ila Haqaiq at Tashawwuf ini mencantumkan empat sifat orang yang melazimkan kalimat tauhid yang diumpamakan dengan pohon yang baik.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

