Peran Akhlak Tasawuf bagi Masyarakat Modern
Akhlak tasawuf membangun keseimbangan spiritual di tengah kehidupan modern
Tasawuf menanamkan disiplin tinggi dan aktif dalam medan perjuangan hidup, baik sosial, politik, dan ekonomi. Pengikutnya dilatih dengan menggunakan senjata ekonomi (berbisnis dan bertani).
Gerakannya berada pada perjuangan dan pembaruan. Programnya lebih berada dalam batasan positivisme moral dan kesejahteraan sosial dari pada “terkungkung” dalam batasan-batasan spiritual keakhiratan.
Pada tulisan ini, pembicaraan mengenai peran akhlak tasawuf terhadap masyarakat modern, saya merujuk kepada sebuah aliran Thariqat Qadiriyah yang mengajarkan tentang tingkatan kesucian manusia (al-ahwal). Sebuah ajaran yang didisiplinkan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jilani terhadap penyucian diri dari nafsu dunia.
Tobat, menurut Ibnu Abbas r.a. “taubat nasuha adalah penyesalan dalam hati, permohonan ampun dengan lisan, meninggalkan (maksiat) dengan anggota badan, dan berniat tidak mengulanginya lagi.
Menurut Syekh Abdul Qadir, jenis taubat ada dua yaitu: taubat yang berkaitan dengan hak sesama manusia dan taubat yang berkaitan dengan hak sang pencipta.
Wara’, menghindari diri dari sesuatu yang syubhat atau hal yang tidak jelas.
Zuhud, secara bahasa adalah zahada fihi wa zahada anhu dan zahadan yaitu berpaling darinya dan meninggalkan karena menganggap hina atau menjauhinya karena dosa.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

