Peran Akhlak Tasawuf bagi Masyarakat Modern

Akhlak tasawuf membangun keseimbangan spiritual di tengah kehidupan modern

Dua zuhud menurut Syekh Abdul Qadir: Zuhud Hakiki yaitu mengeluarkan dunia dari dalam hatinya dan Zuhud Suwari, menolak rezeki dari Allah namun diambil dan digunakan dalam konteks bertaqwa kepada Allah.

Tawakal memiliki makna berserah diri. Salah satu sifat mulia yang harus ada pada ahlussuffah, jika ia telah benar-benar mengenal tuhannya melalui maqam ma’rifat yang telah dicapainnya.

Syukur, merupakan ungkapan rasa terima kasih atas nikmat yang diterima dari Allah Swt. Ada tiga jenis syukur menurut Syekh Abdul Qadir yaitu, Bil lisan (mengakui adanya nikmat dan merasa tenang dengan cara kerendahan hati dan ketundukan). Bil fi’li (dengan perbuatan anggota badan, mengabdi dan melaksanakan sepenuhnya perintah Allah). Bi qalbi (senantiasa menjaga hak Allah yang wajib dikerjakan dan dilarangnya).

Sabar artinya mencegah dan menghalangi. Secara istilah yaitu menahan diri untuk berkeluh kesah, menahan lisan untuk merintih, tidak mengeluh karena sakitnya musibah yang menimpa kita, kecuali mengeluh kepada Allah.

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS. Al-Anbiya’ ayat 83).

Ridha merupakan kebahagiaan hati dalam menerima ketetapan (takdir) dengan berserah diri dan pasrah tanpa menunjukan pertentangan terhadap apa yang dilakukan.

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal. (QS. At-Taubah ayat 21).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi