Pentingnya Mushafahah saat Idul Fithri Menurut Abah Anom
Sungguh seorang mukmin jika bertemu mukmin lainnya lalu ia mengucap salam padanya
Dalam Tafsir Al Misbah disebutkan, bahwa kata ash-shafh yang menjadi kata dasar mushafahah bukanlah sinonim dari kata al afwu. Ash shafh adalah sikap memaafkan disertai dengan tidak mengecam kesalahan pihak lain.
Dari kata ini lahir kata shafhah yang berarti halaman. Oleh karena itu, Al-Ashfahani menilai bahwa kata ash-shafh lebih sulit diterapkan seseorang daripada sekadar maaf (al afwu). Karena bisa saja seseorang memaafkan, tetapi pemaafannya didahului oleh kecaman terhadap kesalahan, berbeda dengan ash-shafh.
“Karena itu, bisa saja seseorang memaafkan tetapi belum memberi shafh. Di sisi lain, kata maaf berarti menghapus. Kesalahan yang dihapus pada satu halaman di kertas putih mungkin masih menampakkan bekas-bekas penghapusan itu pada kertas. Tetapi, bila Anda membuka lembaran baru, segalanya baik, baru, dan bersih. Tidak sedikit bekas yang ditemukan pada lembaran baru itu,” demikian diuraikan oleh Prof. Dr. M. Quraish Shihab.
Baca juga: Pangersa Abah Anom Baik Buruk Seseorang Tergantung Qalbunya
Karena itu tujuan dari mushafahah itu disebut Pangersa Abah Anom, yakni agar hilang rasa benci, iri, dengki, buruk sangka, sombong, ketersinggungan dan kekecewaan-kekecewaan (unek-unek yang terpendam).
Bersih seperti kertas halaman baru yang tidak ada noda di atasnya. Mushafahah dilakukan agar kita bisa kembali bersih (suci). Suci bukan hanya dari dosa lahir tapi juga dosa batin.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

