Pentingnya Mushafahah saat Idul Fithri Menurut Abah Anom
Sungguh seorang mukmin jika bertemu mukmin lainnya lalu ia mengucap salam padanya
Dari Salman Al Farisi Ra bahwasanya Nabi Saw bersabda:
Sungguh seorang muslim jika bertemu saudaranya lalu ia ambil tangan saudaranya (berjabat tangan) berguguran dosa dari keduanya sebagaimana bergugurannya daun dari pohon kering yang tertiup angin ketika badai. Dan kecuali diampuni dosa keduanya meski dosanya seperti buih lautan. (HR. Thabrani).
KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin juga memberikan wejangan terkait pentingnya melakukan mushafahah pada saat hari raya Idul Fithri.
Baca juga: Pesan Pangersa Abah Anom Agar Langkah Kita Tidak Kosong
“Pada hari raya Idul Fitri sangat baik untuk bersalam-salaman (mushafahah). Lakukanlah dengan tertib dan tulus ini kesempatan untuk saling memaafkan, agar hilang rasa benci, iri, dengki, buruk sangka, sombong, ketersinggungan dan kekecewaan-kekecewaan (unek-unek), sehingga kita bisa kembali bersih (suci),” demikian dikutip dari wejangan Pangersa Abah Anom, bulan Syawal 1411 H yang dirilis LDTQN Suryalaya.
Guru Mursyid TQN Suryalaya menegaskan bahwa bersalam-salaman atau mushafahah bukan sekedar pertemuan dua telapak tangan secara lahir, tapi ajang untuk saling memaafkan dari hati yang ada dalam batin. Allah Swt berfirman,
maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. [Surah Al-Hijr: 85]
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

