Pandangan Abah Anom Tentang Peran Sosial TQN
Abah Anom mempunyai suatu pengertian yang sangat luas tentang peran TQN
Dan ketiga, cinta (mahabbah) dan pengetahuan (ma’rifah), contoh rasa cinta untuk bersamaan dengan pengetahuan yang jelas tentang Allah, dzat yang tidak satu pun yang menyerupai-Nya; cinta yang terdiri dari kekuatan jiwa dan kejujuran hati.
Apabila cinta tumbuh, kebijaksanaan timbul bersamaan dengan sifat sifat yang lain, membuat orang betul-betul jujur lahir dan batin. Seseorang akan dapat bertindak adil dan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Dari transmisi cinta akan datang sebuah perasaan cinta terhadap semua makhluk, contoh, cinta terhadap negara lain, bangsa mereka dan agama mereka.
Dari apa yang disampaikan di muka, menurut istri wakil talqin alm. KH. Moh. Asrori Cholil, dapat disimpulkan bahwa Abah Anom menyadari bahwa TQN bukan satu-satunya cara untuk mencapai tujuan yang disebutkan di atas, karena beliau menghormati pula tarekat-tarekat lainnya.
Hal ini dapat diperhatikan di dalam Miftah al-Shudur. Abah Anom banyak merujuk kepada Tarekat Syadziliyah, Kubrawiyah, selain merujuk kepada ajaran-ajaran Qadiriyah dan karya-karya sufi Naqsyabandiyah. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

