Pandangan Abah Anom Tentang Peran Sosial TQN
Abah Anom mempunyai suatu pengertian yang sangat luas tentang peran TQN
“Abah Anom mempunyai suatu pengertian yang sangat luas tentang peran TQN, tentang hubungan antara masyarakat, agama, dan negara, dan tentang ilmu kalam, fikih dan tasawuf,” sambungnya.
Sementara ini, inti ajaran-ajarannya dapat dibaca pada karya tulis Pangersa Abah Anom, Miftah al-Shudûr. Penjelasannya tentang wirid, ciri khas praktik TQN dalam sebuah karyanya yang lain yaitu ‘Uqūd al-Jumān.
Adapun pendapatnya tentang bagaimana harus bertingkah laku dalam masyarakat, bangsa dan negara terdapat dalam Tanbih dan Asas Tujuan TQN (wasiat Abah Sepuh) yang selalu dirujuknya.
Bagi Abah Anom, TQN menyediakan jalan terbaik menuju pencapaian yang diidealkan oleh Abah Sepuh. Abah Anom merujuk kepada tujuan yang selalu dibaca sesudah shalat: ilāhi anta maqshudi wa ridhaka mathlubi a’thini mahabbataka wa ma’rifatak, yang artinya ‘Wahai Tuhanku Engkaulah tujuanku, kerelaan Mu-lah yang kucari, berikanlah aku kecintaan kepada-Mu dan makrifat terhadap-Mu. Doa ini dibaca oleh ikhwan TQN dua kali sehari sesudah shalat fardhu.
Baca juga: Abah Anom: Tasawuf dan Maqashidus Syariah
Abah Anom kemudian menguraikan tiga arti penting dari do’a ini yaitu: pertama, kedekatan (taqarrub) kepada Allah Swt yang berarti bahwa membuat seseorang dekat dengan Allah melalui ibadah sampai tidak ada lagi dinding pemisah antara pengabdi (‘ābid) dan yang disembah (ma’bud), atau antara pencipta (khāliq) dan yang diciptakan (makhluq).
Kedua, ialah menuju jalan yang diinginkan oleh Allah (jalan mardhatillah) baik di dalam beribadah atau di luarnya. Karena dalam setiap tindakan seseorang harus mengikuti aturan-aturan Tuhan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya;
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

