Muktamar dan Halaqah Usung Penguatan Moderasi Beragama

Era medsos kaburkan realitas; pesantren ditantang hadirkan dakwah moderat dan relevan

Sebab, menurut penulis Tuhan Ada di Hatimu ini, pola pikir pemilik perusahaan media adalah pragmatis. Untuk itulah mengapa perusahaan medsos tidak memikirkan isi konten, dan lebih mementingkan konten viral.

Pembicara lainnya, Ny. Hj. Dr. Nur Rofiah, Bil Uzm menilai hal terpenting dalam moderasi beragama ialah justru menemukan inti ajaran Islam yang mesti dijadikan poros dan acuan untuk menilai apakah cara beragama tertentu itu ekstrim atau moderat.

Karena yang beragama adalah manusia, maka titik pijak moderasi beragama adalah cara pandang Islam atas kemanusiaan.

Moderasi beragama adalah beragama dengan memegang teguh jati diri manusia sebagai hanya hamba Allah sekaligus Khalifah fil Ardl.

Ia ditandai dengan sikap tidak menghamba pada apa pun dan siapa pun selain Allah. Yang dibuktikan dengan ikhtiar terus menerus mewujudkan kemaslahatan bersama, termasuk kemaslahatan pihak lemah atau rentan, dan termasuk kemaslahatan perempuan.

Baca juga: MUI Soroti Pentingnya Pengarusutamaan Washatiyah Islam

Dengan kata lain, menurut Dosen Pascasarjana PTIQ ini, moderasi beragama adalah ikhtiar terus menerus memegang teguh komitmen Ketuhanan Yang Maha Esa.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi