Mengatasi Bisikan Setan, Perspektif Sufi dalam Tafsir Ibnu ‘Ajibah
Bisikan setan tak hilang tanpa zikir dan bimbingan guru ruhani (suhbatul arifin)
Kemudian Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari dalam Miftahul Falah wa Mishbahul Arwah.
Dan seyogianya bagi siapa yang bertekad untuk mencari petunjuk/bimbingan (irsyad) dan menempuh jalan kebenaran, hendaklah ia mencari seorang guru dari kalangan ahli tahqiq (yang benar-benar matang secara ruhani) yang telah menempuh jalan tersebut, meninggalkan hawa nafsunya, dan mantap dalam mengabdi kepada Tuhannya. Apabila ia telah menemukannya, maka hendaklah ia melaksanakan apa yang diperintahkannya dan meninggalkan apa yang dilarang serta diperingatkannya.
Serta kaidah ke 66 yang dipaparkan oleh Syekh Ahmad Zarruq dalam karyanya Qawaid At Tasawuf.
Mengambil ilmu dan amal dari masyayikh/para guru itu lebih sempurna dibanding mengambilnya tanpa mereka. Sebagaimana firman Allah: Sebenarnya, (Al-Qur`ān) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. (QS. Al-‘Ankabut: 49). Dan firman-Nya: “Ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku” (QS. Luqman: 15).
Karena itu, berpegang pada bimbingan para guru menjadi keharusan, terlebih para sahabat mengambil (ilmu dan bimbingan) dari Nabi Saw dan beliau sendiri mengambil dari Jibril serta mengikuti isyaratnya untuk menjadi seorang hamba, seorang nabi.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

