Mengatasi Bisikan Setan, Perspektif Sufi dalam Tafsir Ibnu ‘Ajibah

Bisikan setan tak hilang tanpa zikir dan bimbingan guru ruhani (suhbatul arifin)

Para tabi’in pun mengambil dari para sahabat. Setiap sahabat memiliki murid-murid khusus, seperti Ibnu Sirin, Ibnu al-Musayyib, dan al-A‘raj dari Abu Hurairah; serta Thawus, Wahb, dan Mujahid dari Ibnu Abbas, dan selain mereka.

فأما العلم والعمل فأخذُه جليّ فيما ذكروا كما ذكروا، وأما الإفادة بالهمة والحال فقد أشار إليها أنس بقوله: “ما نفضنا التراب عن أيدينا من دفنه عليه الصلاة والسلام حتى أنكرنا قلوبنا”.

Adapun dalam hal ilmu dan amal, maka pengambilannya jelas sebagaimana yang telah disebutkan. Sedangkan memberikan pengaruh (ifadah) melalui himmah (semangat) dan hal (kondisi ruhani), telah diisyaratkan oleh Anas dengan ucapannya: “Belum kering tanah dari tangan kami setelah menguburkan beliau Saw, hingga kami merasakan perubahan dalam qalbu kami.”

فأبان أن رؤية شخصه الكريم كانت نافعة لهم في قلوبهم، إذ من تحقق بحالة لم يخلُ حاضروه منها، فلذلك أمر بصحبة الصالحين، ونهى عن صحبة الفاسقين فافهم

Ini menunjukkan bahwa melihat pribadi beliau yang mulia memberikan pengaruh dalam qalbu mereka. Sebab, siapa yang telah mencapai suatu keadaan (maqam spiritual), maka orang-orang yang hadir bersamanya akan turut merasakan pengaruhnya. Oleh karena itu, diperintahkan untuk bersahabat dengan shalihin (orang-orang shalih) dan dilarang bersahabat dengan orang-orang fasik, pahamilah!

Begitulah para ulama al arif billah memberi penjelasan, bahwa mengambil atau menempuh jalan bersama para sufi dengan bersuhbah atau berguru dengan mereka atau mengambil sanad tarekat dengan mereka menjadi sarana efektif yang memelihara manusia dari bisikan keburukan, baik yang hadir dari setan golongan jin dan maupun manusia. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi