Mengatasi Bisikan Setan, Perspektif Sufi dalam Tafsir Ibnu ‘Ajibah
Bisikan setan tak hilang tanpa zikir dan bimbingan guru ruhani (suhbatul arifin)
Termasuk jenis bisikannya ialah, setan menyalakan dalam qalbu api hasad, dendam, dan amarah, untuk menjerumuskan manusia pada perbuatan buruk dan berada dalam kondisi yang paling buruk.
Penawar Bisikan Setan
Adapun obat dari bisikan setan tersebut menurut Ibnu ‘Ajibah ada tiga: memperbanyak zikir kepada Allah, memperbanyak memohon perlindungan kepada-Nya, dan di antara yang paling bermanfaat adalah membaca Surah An-Nas.
Yang menarik ialah saat beliau mengatakan bahwa bisikan tersebut tidak akan hilang seluruhnya atau dengan kalimat lain tetap bisa berdampak buruk pada manusia, kecuali dengan suhbatul arifin (berguru/mengambil sanad ruhani) dengan al ‘Arif billah).
Tidak akan hilang bisikan dari qalbu secara total kecuali dengan bersahabat dengan para arif (ahli makrifat), para pembimbing ruhani, hingga mereka memasukkannya ke maqam fana. Jika tidak, maka lintasan-lintasan (pikiran) itu tidak akan pernah terputus dari seorang hamba.
Hal tersebut selaras dengan ungkapan para sufi seperti Imam Ghazali yang menyatakan bahwa suhbatul arifin menjadi keharusan untuk mengobati penyakit qalbu.
Masuk (menempuh jalan/tarekat) bersama ulama sufi adalah fardhu ‘ain, karena tidak ada seorang pun yang terbebas dari cacat atau penyakit (qalbu) kecuali para nabi ‘alaihimussalam.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

