Maqamat dan Ahwal Eksekutor Tiga Fungsi Agama
Seseorang tidak akan sampai kepada ma’rifat kecuali dengan maqamat wal ahwal
Ketika dia mengajakmu kepada jalan yang sesat, maka agama berfungsi untuk menjemput kepada kesejatiannya, kemurniannya. Dan ini proses yang paling utama dalam tahalli, takhalli dan tajalli. Sikap ini menunjukan bahwa seseorang itu sedang memurnikan dirinya dan menemukan jati dirinya.
Agama Islam menginginkan manusia kembali kepada kesejatian diri, Allah Swt membuat perjanjian dengan ruh-ruh ini agar kelak pada saatnya manusia bisa kembali kepada-Nya.
Manusia perlu mengenal dirinya, asal dari mana, mau kemana dan harus bagaimana. Karena untuk mengenal diri ini bukan masalah yang gampang, banyak orang yang lupa akan tujuan hidupnya, terlena dengan indahnya kehidupan dunia, yang akan terkalahkan dengan keindahan yang hakiki.
Ibn ‘Arabi mengatakan bahwa kesejatian diri itu dibangun di atas doktrin, bahwa hanya dengan mengenal diri itu kemudian bisa mengenal tajalli-Nya dan Allah sesungguhnya “kanzun makhfiya“.
Baca juga: Thariqah Metode Penyucian Diri
Jadi sesungguhnya kalau kita berangkat dari tauhid dengan menyatukan dan memadukan dimensi islam iman dan ihsan lalu kita sampai kepada kembali kesejatian diri maka di situ terjadi korelasi makna tauhid yang sesungguhnya, itu sebabnya mengapa di dalam tasawuf yang sesungguhnya berbicara tentang ke-Esa-an Allah sebagai sesuatu yang dialami bukan ke-Esa-an Allah yang dipersepsikan. Karena kalau baru dipersepsikan berarti belum terjadi tauhid yang sesungguhnya. Karena itu wajar kalau jiwa kita tidak mengalami integrasi sehingga perilaku kita berbeda dengan pikiran.
Sehingga ada pertanyaan “Mengapa maqamat itu penting?“ Karena agama itu harus dipahami secara dimensional, dimensi yang menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Inilah pengalaman keberagamaan yang sesungguhnya dan ini yang harus dibangun melalui maqamat wa al-ahwal bahwa ketiga dimensi (Iman, Islam dan Ihsan) harus menyatu dalam pengalaman keberagamaan supaya memberikan efek pada perilaku. Dengan demikian bahwa tasawuf melalui praktik maqamat wa al-ahwal itu sesungguhnya melakukan tiga fungsi agama yakni fungsi tranformasi, fungsi pemaknaan dan fungsi kesejatian diri. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

