Manfaat Berthariqah Seperti Halnya Baiat Para Sahabat
Salah satunya ialah agar senantiasa bergantung dan bersandar hanya pada Allah Swt
Berthariqah kaya akan manfaat, salah satunya ialah agar senantiasa bergantung dan bersandar hanya pada Allah Swt. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Syekh Abul Fadhl Abdullah bin Muhammad Al Ghumari Al Hasani dalam Husnut Talaththuf Fi Bayani Wujubi Suluki Ahlit Tashawuf.
Bahwasanya suluk dalam thariqah dapat menerangi bashirah (mata hati) seseorang, meningkatkan semangatnya, hingga tiada lagi tempat bergantung selain kepada Allah swt., tidak ada pula tempat bersandar kecuali kepada-Nya. Maka dia terjaga dari berpaling kepada Al khalq (makhluk), serta hilang keinginannya untuk berharap pada mereka. Sebab ia merasa cukup dengan Yang Maha Haq, ia merealisasikan hakikat dalam setiap keadaannya. Ucapan dan perbuatannya selalu berlandaskan syariat.
Keadaan yang tersebut di atas, atau faidah dari berthariqah itu merupakan tingkatan yang bisa diraih oleh setiap mukmin. Sebagaimana diisyaratkan dalam hadis, tatkala Nabi Muhammad Saw berpesan pada Ibnu Abbas ra.
Jika kamu memohon, mohonlah pada Allah, jika kamu meminta pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah (HR. Tirmidzi)
Baca juga: Semua Thariqah Menggunakan Satu Metode
Para sahabat pun berbaiat (mengikat janji), diantaranya Tsauban pelayan Rasulullah dan sahabatnya Abu Bakar ra untuk tidak meminta apapun kepada makhluk. Dengan cara itu, hilang rasa bergantung pada makhluk, dan merasa cukup dan hanya berlindung kepada Allah Yang Maha Haq. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut,
Auf bin Malik Al Asyja’i berkata: Ketika kami sedang bersama beberapa orang sahabat, jumlah kami kira-kira sembilan, delapan, atau tujuh orang, Rasulullah saw datang seraya bersabda, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?” Saat itu kami baru saja berbaiat kepadanya. Maka kami menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.” Kemudian Nabi saw bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?” Maka kami pun kembali menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.” Lalu beliau bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?” Maka kami segera mengulurkan tangan untuk berbaiat sambil berkata, “Kami telah berbaiat, wahai Rasulullah, maka baiat apa lagi yang harus lakukan?” Nabi menjawab, “Berbaiat untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kemudian shalat lima waktu serta taat kepada Allah.” Nabi saw kemudian merendahkan suaranya sambil bersabda, “Dan jangan meminta-minta suatu apapun kepada orang lain.” Sungguh aku melihat sebagian dari mereka yang ada di situ, cambuknya jatuh, dan ia tidak meminta pertolongan kepada siapa pun untuk mengembalikannya. (HR. Muslim)
Siapakah yang menjamin bagiku untuk tidak meminta-minta sesuatupun kepada orang lain, dan aku menjamin baginya masuk surga? Tsauban berkata; saya, maka dia tidak pernah meminta sesuatupun kepada orang lain.” (HR Abu Dawud)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

