Lima Jenis Ulama, Yang Kelima Paling Buruk
Tak cukup jadi ulama, harus diamalkan dan diajarkan—jangan jadi cahaya yang membakar diri
Dengan kalimat lain, orang alim ini tidak mengamalkan ilmunya tetapi tetap mengajar. Adakalanya karena dia malas dan suka menunda, adakalanya merasa berat untuk mengamalkan, dan alasan-alasan lain karena terpikat nafsunya.
Dia merasa enteng mengajar karena dengannya bisa meraih ketenaran dan popularitas di tengah masyarakat serta punya kedudukan. Orang alim macam ini diibaratkan jarum jahit yang digunakan untuk membuat pakaian bagi manusia tetapi dia sendiri telanjang. Ia seperti lilin yang menerangi manusia tapi dirinya sendiri terbakar. Dia seumpama batu asahan yang mampu menajamkan alat-alat, tapi dia sendiri tidak mampu memotong.
Baca juga: Kepergian Ulama Adalah Hilangnya Ilmu Pengetahuan
Orang alim dalam keadaan ini masuk dalam kategori umum firman Allah Swt.
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Ash-Shaf: 2).
Juga firman Allah Swt:
Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti? (Al-Baqarah: 44).
Nabi Saw bersabda: seorang alim diperintahkan ke neraka, lalu ususnya tercerai berai, kemudia ia berkeliling dalam kondisi seperti itu di neraka sebagaimana keledai berputar di penggilingan. Penghuni neraka kemudian mengelilinginya lantas berkata: apa yang salah denganmu? Dia menjawab: dahulu aku memerintahkan berbuat baik namun aku tidak mengerjakannya. Aku melarang orang lain melakukan keburukan, tapi aku malah mengerjakannya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

