Kiai Arief Ichwanie: Talqin Adalah Pendidikan Agama Yang Terbaik

“Masalah sosial yang sedang marak dewasa ini adalah masalah pendidikan,” ucap KH. Arief Ichwanie, A.S saat Khidmah Ilmiah dalam Manaqib Tuan Syekh di Masjid Nurul Asror Pontren Suryalaya, Sabtu (15/01).

Kiai Arief melihat bahwa Pondok Pesantren Suryalaya sangat kekurangan muballigh yang dapat memberi materi sesuai dengan yang diharapkan.

Yaitu muballigh yang berpendidikan pesantren dan sekolah. Sebab menurutnya, muballigh yang demikian itu bisa mengkolaborasikan antara pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah.

“Bisa mengkolaborasikan antara ilmu yang diperoleh dari pesantren yakni dari kitab-kitab klasik atau kitab-kitab kuning dan dari sekolah yaitu dari kitab-kitab kontemporer atau hukum modern. Jadi tidak tertinggal zaman. Pondok Pesantren Suryalaya tidak mau ketinggalan zaman,” tuturnya.

Baca juga: Kiai Arief Ichwani Bicara Taqwa Mahabbah dan Visioner

Maka atas restu Presiden Soeharto, pada tahun 1986 Pangersa Abah mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam IAILM untuk mendidik kader-kader muballigh Suryalaya yang menguasai kitab-kitab klasik dan kitab-kitab kontemporer.

“Karena itu dalam manaqib kali ini kami ingin menyampaikan bagaimana Dzikrullah ala TQN Suryalaya dapat mengentaskan masalah sosial terutama masalah pendidikan, ini harus dicatat,” ujar Wakil Talqin Pangersa Abah Anom tersebut.

Kiai Arief menyimpulkan bahwa dzikrullah itu bisa mengentaskan masalah sosial yang berkembang dan marak terjadi di mana-mana dan juga masalah pendidikan. Melalui MAKLUMAT No: 138.PPS.IX 1996, sebagai berikut:

Dari: Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya.

Kepada:
1. Wakil Talqin TQN PP. Suryalaya
2. Pengurus Perwakilan YSB PPS
3. Muballigh PP. Suryalaya
4. Ikhwan TQN PP. Suryalaya

Assalamu’alaikum wr. wb

Seraya bersyukur kehadlirat Ilahi Rabbi, Abah berdo’a semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan taufiq, hidayah serta inayah-Nya kepada kita semua.

Dalam kesempatan ini Abah selaku Pengayom Pondok Pesantren Suryalaya ingin mengingatkan kembali, yaitu sebagaimana dimaklumi bahwa akhir akhir ini kaum muslimin yang belajar mengamalkan TQN semakin berkembang, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kesemuanya ini merupakan tantangan bagi kita sebagai pengelola Pondok Pesantren Suryalaya (baik itu Wakil Talqin, Pengurus Yayasan Serba Bakti, Muballigh dan ikhwan).

Baca juga: Ringkasan Ceramah Manaqib KH. Arief Ichwanie di Suryalaya

Mengingat hal tersebut di atas, Abah mengharap:

1. Agar meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap Pondok Pesantren Suryalaya.

2. Wakil talqin dan Muballigh, agar mampu meningkatkan keteladanan dan pembinaan bagi ikhwan TQN (baik bagi pengamal TQN yang lama maupun yang baru). Sehingga mereka menjadi pengamal TQN yang baik dan berkualitas.

Para Pengurus Perwakilan YSB PP. Suryalaya di daerah, harus berusaha mencetak kader yang kelak insya Allah akan mampu meneruskan kepemimpinan dan bimbingan terhadap pengamal TQN.

Untuk membantu mewujudkan ke arah pembentukan kader, maka PP. Suryalaya telah mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal.

Formal: STK, SLTP, SMU, TPA, MTS, MA/MAK dan IAILM.
Non Formal: Pengajian Pesantren, Majlis Ta’lim.

Menurut kenyataan bahwa masih sedikit dari kalangan ikhwan TQN yang menyekolahkan putra-putrinya ke PP. Suryalaya, terutama ke Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM).

Mengingat hal tersebut di atas, Abah mengingatkan dan mengajak wakil talqin, pengurus Yayasan Serba Bakti, Muballigh dan Ikhwan TQN PP. Suryalaya untuk memikirkan hal tersebut di atas.

Baca juga: KH. Arief Ichwani Karena Berkah Pangersa Abah Kita Disatukan di Suryalaya

Abah akan sangat berbahagia dan bangga, apabila setiap daerah di mana ikhwan berada dapat membentuk kader, dengan jalan mengirimkan putra puterinya untuk dididik di PP. Suryalaya, khususnya di IAILM, yang diharapkan kelak mereka akan menjadi pemimpin yang berilmu amaliyah dan amal ilmiyah, maupun membina ikhwan TQN dan menjadi panutan masyarakat khususnya panutan ikhwan TQN PP. Suryalaya.

Demikian maklumat ini agar dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan keiklasan.

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Suryalaya, 11 Jumadil Awal 1417 H / 24 September 1996
Ditandatangani oleh Sesepuh Pontren Suryalaya, KH. A: Shohibul Wafa Tajul Arifin qs.

Kiai Arief memberi beberapa catatan, pertama, begitu pedulinya Abah sebagai Guru Mursyid menginginkan agar muballigh bisa berkembang dan memberikan ceramah di mana-mana agar tidak ketinggalan oleh yang lain. Kedua, Abah sangat konsen terhadap kader, yang dimaksud bukan hanya kader Suryalaya.

“Pendidikan agama yang terbaik adalah ditalqinkan. Ini ucapan Abah tahun 1986. Talqin adalah pendidikan agama yang terbaik,” jelasnya.

Sebab, sebagai dosen, Kiai Arief Ichwanie menjelaskan ada perbedaan yang sangat jelas antara pendidikan agama yang hanya sekadar diajarkan, dengan yang ditanamkan oleh Guru Mursyid.

Baca juga: Talqin Alat Untuk Wushul Kepada Allah

Oleh karena itu sangat rugi kalau datang ke Pondok Pesantren Suryalaya, mahasiswa IAILM misalnya tidak ditalqin. Amanat Abah itu semester kedua harus sudah ditalqin. Jadi mereka berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlakul karimah.

“Inti dari amaliah Thariqah Qaqiriyah Naqsyabandiyah Pontren Suryalaya adalah akhlakul karimah,” tegasnya.

Wakil Talqin yang berdomisili di Bandung ini juga menuturkan bahwa mencetak orang pintar sudah banyak, tetapi yang juga penting ialah mencetak orang-orang yang berakhlakul karimah. Itu sebabnya banyak polisi di Bandung yang sudah ditalqin agar mereka bisa menjadi mitra rakyat yang baik dan mampu menunjukkan akhlakul karimah.

Rekomendasi