Jangan Korbankan Allah
Ibrahim AS rela berkorban demi Allah, ajarkan cinta, pengabdian dan ketulusan sejati
Keduanya berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Nabi Ibrahim pun membaringkan anak tercintanya itu. Saat pedang hendak diayunkan, seketika terdengarlah suara langit, “Wahai Ibrahim! Engkau telah membenarkan perintahku dan melaksanakannya. Ini hanyalah unjian dari-Ku sebagai anugerah bagi hamba-hamba-Ku yang baik.”
Isma’il pun tak jadi disembelih. Allah SWT mengirimkan seekor kambing untuk disembelih. Kisah ini oleh Allah diabadikan dalam al-Quran, Surat As-Shaffat: 100-111.
Hikmah
Setiap kisah yang tertulis dalam al-Quran selalu menyimpan pesan, petunjuk dan tuntunan. Allah SWT berfirman, “Sungguh, pada kisah mereka (para Nabi) mengandung pelajaran bagi para ulil albab.” (QS Yusuf: 111)
Begitu halnya dengan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il ini kepada Allah. Terlebih, kisah ini juga diabadikan dalam bentuk ritual tahunan, yaitu Idul Adha, haji dan qurban. Dari sini, jelas ada suatu perintah agung dari Allah SWT untuk kita semua umat beriman laksanakan. Perintah itu adalah tentang ketundukan dan kepasrahan total kepada Allah SWT.
Kisah Sayyidina Ibrahim dan Sayyidina Isma’il ini memberi kita sebuah ilustrasi cinta segitiga antara Ibrahim, Allah dan putranya Isma’il, yakni cinta Ibrahim kepada Allah dan cinta Ibrahim kepada putranya Isma’il.
Sayyidina Ibrahim adalah diantara sedikit manusia yang sejak dini memiliki kesadaran ilahiah/ketuhanan. Dalam surat Al-An’am 74-81, dikisahkan tentang pergumulan beliau “mencari” Tuhan di usia dini. Beliau sadar akan hakikat diri dan alam semesta sebagai ciptaan. Segala sesuatu di jagat raya, yang nampak maupun kasat mata, termasuk dirinya, ada yang menciptakan. Sang Pencipta-lah yang mengawali segala sesuatu. Dia yang mengatur perjalanan. Dia pula yang mengakhiri semuanya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

