Jangan Korbankan Allah
Ibrahim AS rela berkorban demi Allah, ajarkan cinta, pengabdian dan ketulusan sejati
Dengan kesadaran ini, maka bagi bapak para nabi itu, tidak ada yang patut dicintai, dipuja, dipatuhi dan diutamakan kecuali Allah sang Pencipta. Tidak ada pula yang pantas ditakuti kecuali Allah. Keyakinan ini begitu menghujam dalam dadanya, sehingga beliau berani mendakwahkan keyakinan ini kepada masyarakat di sekitarnya. Beliau siap menghadapi berbagai resiko termasuk dibakar hidup-hidup oleh penguasa Babilonia saat itu, Raja Namrud.
Kesadaran dan keyakinan ilahiah ini sebenarnya ada pada diri setiap manusia. Allah SWT berfirman, “Ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan Adam dari sulbi mereka. Kemudian Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi’.” (QS Al-A’raf, 7: 172).
Bagi para ulama dan pemikir muslim, ayat ini menunjukkan bahwa manusia adalah mahluk relijius. Dalam diri manusia sudah tertanam benih ketuhanan. Benih ini menjadi kekuatan bawah sadar manusia untuk mengenal Allah, menyembah dan patuh kepada-Nya. Benih ini bahkan sudah tertanam jauh sebelum manusia diturunkan ke muka bumi.
Namun ketika dilahirkan, manusia menjadi terpenjara dalam tubuhnya. Hari demi hari, umurnya bertambah. Ia semakin bisa menyesuaikan diri dalam tubuh dan berkompromi dengan kondisi lingkungannya. Ia mulai bisa menikmati asupan-asupan makanan, hangatnya pakaian, lembutnya belaian orangtua dan berbagai perhiasan dan hingar-bingar dunia lainnya. Ia semakin betah berada di alam dunia, lupa pada asal-muasalnya, dan pada sumpahnya kepada Allah. Inilah mengapa Rasulullah SAW mengingatkan, “Tidaklah seorang anak dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah. Lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nashrani dan Majusi”. (HR. Bukhari-Muslim).
Semakin hari dunia semakin merenggut perhatiannya. Ia menjadi jatuh cinta pada kehidupan dunia ini. Dalam kesehariannya, seluruh perhatiannya ditujukan untuk dunia. Waktu, pikiran, tenaga dan kemampuan dicurahkan untuk bergelut dengan pekerjaan, hobi, keluarga, harta, perhiasan, jabatan, pendidikan, karir dan seterusnya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

