In Memoriam, KH. Abdul Rosyid Effendi, BA.
KH Abdul Rosyid Effendi, wakil talqin TQN, dakwah luas dan penuh keberkahan di Jakarta
Sejak hari bersejarah itu, tugas berat mulai menggelayut di pundak Kyai Effendi. Kewajiban membantu Wali Mursyid memberikan pembinaan kepada ikhwan-akhwat TQN Suryalaya di DKI Jakarta telah menantang. Ini sesuatu yang surprise bagi Kyai Effendi dan keluarga. Tidak ada pemberitahuan pendahuluan sebelumnya. Semua terkejut.
Bahkan orang-orang dekat Kyai Effendi di BAKIN, seperti Jenderal Yoga Soegama dan Hadi Saiful Anwar kaget campur haru, tidak menyangka Kyai Effendi diberi amanah yang begitu besar. Demikian juga keluarga, mereka semua tidak ada yang tahu. Sehingga anak dan menantu tertuanya, Hj. Herlina Susanty dan H. Muhammad Usman baru menyusul keesokan subuh ke Ponpes Suryalaya setelah mendengar berita pengangkatan tersebut.
Di balik itu semua, ternyata ada cerita menarik. Sebelum pengangkatan terjadi, Aki Anta, murid senior Abah Anom menghadap kepada Abah Anom dan berkata, “Abah, tadi malam saya mimpi, Abah Sepuh menuntun Pak Effendi.”
Lalu Abah Anom menjawab, “Miheulaan wae, Maneh!” (artinya, mendahului terus, kamu tuh!)
Lalu Aki Anta berkata lagi, “Iih, Abah! Ieu mah, laporan!” (artinya: Iih, Abah! Ini hanya laporan!)
Mungkin inilah, isyarat sebelum pengangkatan beliau menjadi wakil talqin.
DKI Jakarta sebelumnya telah memiliki wakil talqin, yakni KH. Abdul Syukur dari Condet. Hubungan Kyai Effendi dengan KH. Abdul Syukur sangat dekat. Setiap kali pengajian manaqib di rumah Kyai Effendi, KH. Abdul Syukur selalu datang dan memberikan talqin dzikir kepada jamaah baru. Namun beliau wafat pada tahun 1992.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

