Hijrah Transformatif, Dinamis dalam Bergerak

Seorang muslim dituntut untuk selalu dinamis dan tidak diam saja

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدۡحٗا فَمُلَٰقِيهِ

Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya. [Surah Al-Inshiqâq: 6]

Lalu berubah jadi lebih baik itu perlu niat dan tujuan. Tanpa keduanya, fokus dan perhatian kita akan mudah terdistraksi. Kita lalai dan lupa atau teralihkan sehingga semakin jauh dari tujuan yang hendak dicapai. Karena segala sesuatu berawal dan ditentukan oleh niatnya.

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ

Sungguh perbuatan itu tergantung niatnya. (HR. Muslim).

Selanjutnya, semangat hijrah pada dasarnya bermuara pada perbaikan kualitas kita sebagai hamba Allah dan khalifah fil Ardh yang merupakan tujuan penciptaan manusia. Kesadaran ini perlu ditanamkan terus.

Baca juga: Benarkah Islam Jadi Penyebab Keterbelakangan Umat

Berikutnya, menyadari akan krisis atau keterdesakan yang terjadi. Tanpa kesadaran ini, kita tidak punya dorongan yang kuat untuk berubah. Karena manusia merupakan makhluk yang tergerak karena sebuah alasan.

Untuk mengetahuinya kita dianjurkan untuk bertafakkur, dialog, bermuhasabah, melakukan evaluasi diri, atau meminta nasihat dan masukan dari para ahli. Mengenai apa yang prioritas untuk diubah jadi lebih baik.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi