Hijrah Transformatif, Dinamis dalam Bergerak

Seorang muslim dituntut untuk selalu dinamis dan tidak diam saja apalagi nyaman tanpa ada perubahan yang bermakna.

فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ

Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), [Surah Ash-Sharh: 7]

Ayat ini menganjurkan seorang muslim untuk tidak kosong dari aktivitas yang produktif. Manusia dituntut untuk mau capek dan berusaha melakukan aneka kegiatan yang mendekatkan diri pada Allah Swt. Dan semua itu dilakukannya dengan tulus ikhlas untuk meraih ridha-Nya. Karena dengan senantiasa beramal shalih dengan ikhlas akan diperoleh kebahagiaan.

Baca juga: TQN Pontren Suryalaya Tarekat Produktif

Umar bin Khatthab ra. pernah berkata,

إنى لأكره لأحدكم أن يكون خاليا ، لا فى عمل دنيا ولا دين

Sungguh aku membenci salah seorang kamu yang nganggur (tidak melakukan apapun) baik dalam pekerjaan duniawi atau agama.

Nabi Saw menggambarkan secara sederhana bagaimana kriteria manusia yang baik dan buruk itu.

يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ ؟ قَالَ : ” مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ “. قَالَ : فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ ؟ قَالَ : ” مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

Wahai Rasulullah, manusia yang terbaik seperti apa? Beliau menjawab: siap yang panjang umurnya dan baik perbuatannya. Lalu beliau ditanya kembali: Kalau manusia yang buruk seperti apa? Beliau menjawab: siapa yang panjang umurnya dan buruk perbuatannya (HR. Tirmidzi).

Baca juga: Gerakan Wakaf Produktif, Tantangan Yang Harus Dijawab Kaum Tarekat

Ulama menjelaskan bahwa waktu dan jam itu seperti modal bagi seorang pedagang. Dengan modal itu dia berniaga untuk mencari keuntungan. Tatkala semakin banyak modalnya tentu semakin banyak untungnya.

Maka siapa yang memanfaatkan umurnya untuk melakukan kebajikan dia sungguh beruntung dan berhasil. Sebaliknya, ketika dia mengabaikan dan menyia-nyiakan modalnya (waktu dan umurnya), dia tidak akan memiliki keuntungan bahkan menderita kerugian yang nyata.

Rekomendasi