Empat Strategi Belanda Tumpas Habis Tarekat di Nusantara

Pertama, pelajaran tentang tarekat terlebih lagi dengan cara-cara pengamalannya semakin berkurang bahkan sama sekali dianggap tidak perlu diajarkan baik di sebagian pesantren tradisional terlebih lagi di madrasah.

Kedua, para ulama pengamal tarekat terutama pengajar tarekat semakin terdesak dan banyak yang menyingkir ke pelosok-pelosok yang sangat jauh dari kota-kota besar (yang sekaligus merupakan pusat-pusat pemerintah kolonial Belanda) untuk menghindari penangkapan semena-mena.

Pada awal abad XX masyarakat awam yang sebagian besar umat Islam sudah banyak yang buta terhadap tarekat dan tasawuf bahkan sebagian sudah tidak peduli, banyak yang membenci dan melecehkan. Unang menilai dampak dari situasi dan kondisi yang dimulai pada awal abad XX ini masih terasa hingga menjelang abad XXI.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi