Empat Strategi Belanda Tumpas Habis Tarekat di Nusantara

Pemberontakan Cilegon – Banten 1888 selama satu tahun dipimpin oleh Kiai Haji Marzuqi putera menantu Kiai Haji Asnawi Khalifah tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, pengganti Syekh Abdul Karim, Khalifah TQN pertama di Banten.

Atas bukti-bukti tersebut, maka pemerintah penjajah Belanda memandang tarekat sebagai musuh besar yang sangat ditakuti dan harus dikikis habis. Berikut empat langkah strategi pengikis habisan tarekat di Indonesia oleh pemerintah kolonial Belanda, sebagai berikut:

1. Ulama-ulama yang mengajarkan dan mengamalkan tarekat dikucilkan, diisolir atau dipersempit ruang geraknya. Diusahakan agar masyarakat luas menolak kehadiran mereka, membenci dan kalau bisa mengusir dari tempat tinggalnya.

2. Membujuk ulama-ulama lainnya yang berbeda paham dan kurang pengetahuannya tentang tarekat dan tasawuf agar secara terus menerus menyatakan dan mengumumkan kepada warga masyarakat di lingkungannya bahwa ajaran tarekat itu adalah ajaran yang menyimpang / bid’ah, dan dapat membahayakan kejiwaan mereka yang mengamalkannya (bisa menjadi tidak normal tingkah lakunya).

Baca juga: Bongkar Empat Kesalahpahaman Orang Tentang Tarekat

3. Melakukan penangkapan terhadap para ulama yang memimpin pesantren atayu madrasah apabila ditemukan tanda-tanda maupun bukti-bukti bahwa di pesantren itu diajarkan tentang ilmu tarekat. Dalih yang digunakan oleh polisi Belanda untuk penangkapan adalah mempersiapkan pemberontakan melawan pemerintahan kolonial, atau meresahkan masyarakat.

4. Melarang aparat kolonial Belanda di daerah mempelajari terlebih lagi mengamalkan tarekat. Pelanggaran terhadap hal ini dikenakan sanksi yang cukup berat.

Strategi yang dilakukan untuk mengikis habis tarekat menurut para pakar pelaksanaan strategi Belanda menunjukkan hasil yang baik. Buktinya antara lain sebagai berikut;


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi