Empat Jenis Riyadhah dalam TQN Pontren Suryalaya
Sesungguhnya Mujahadah adalah salah satu pokok dalam menempuh jalan kesufian
Dalam TQN Pontren Suryalaya manaqib merupakan amalan syahriyyah (bulanan). Materi manaqib terdiri dua bagian penting. Pertama khidmat amaliah yang substansinya meliputi: Pembacaan ayat suci al-Qur’an, Pembacaan Tanbih, Pembacaan Tawasul dan Pembacaan Manqabah berikut do’anya.
Kedua khidmat ilmiyah, yaitu pembahasan tasawuf secara keilmuan dan pembahasan aspek ajaran Islam secara keseluruhan. Tujuannya untuk membuka wawasan keislaman para ikhwan, memperdalam ilmu ketasawufan, dan memotivasi para ikhwan agar semakin konsisten dalam mendalami ilmu-ilmu Islam, khususnya tasawuf dan tarekat serta istiqamah dalam pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah selesai khidmat ilmiyah dilanjutkan dengan pembacaan shalawat bani hasyim tiga kali.
Baca juga: Tanpa Thariqah Agama Seseorang Tidak Sempurna
2. Riyadhah Khusus
Disamping mengamalkan dzikir, khataman dan manakiban yang merupakan riyádhah pokok, perlu ditingkatkan kepada riyádhah khusus sebagaimana tercantum dalam buku IBADAH, terutama qiyámullail.
Qiyámullail adalah bangun di malam hari sekitar dua pertiga malam atau kira-kira jam 02.00 malam untuk melaksanakan shalat-shalat sunat. Qiyámullail merupakan riyádhah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya,
“Dan senantiasa hamba-hamba-Ku menghampiri diriku dengan amalan-amalan sunat sehingga aku mencintainya.” (HR. Bukhari)
Qiyámullail adalah salah satu metode tazkiyatun nafsi yang biasa dipraktekkan oleh para pengamal Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah. Amalan qiyámullail termasuk amalan yang sangat lazim dilakukan oleh para pengamal tarekat; amalan sunat ini sangat diistimewakan.
Baca juga: Keutamaan dan Keistimewaan Ibadah Shalat
Qiyámullail ini sangat bermanfaat bagi tubuh, karena aktifitas qiyámullail memiliki aspek olah raga yang baik sekali untuk memperlancar peredaran darah dan kebugaran tubuh, khususnya pada gerakan shalat dan mandi taubat. Hal ini boleh jadi karena kegiatan qiyāmullail dilaksanakan pada waktu yang tepat, yaitu waktu keadaan suhu dan kepekatan udara sedang dalam kondisi yang paling jernih (titik jenuh) sehingga kecepatan suara (menurut perhitungan metafisika) paling cepat, maka munajat pada saat-saat itu juga paling baik dan paling mudah terkabulkan (mustajab).
Menurut perhitungan Circadian Rhythm, sekitar pukul 02.00 – 04.00 manusia berada pada titik yang paling lemah dan paling peka terhadap serangan penyakit dan kematian. Dengan beraktifitas yang teratur pada rentan waktu tersebut akan melatih fisik memiliki daya tahan yang lebih baik.
3. Riyadhah Khususil Khusus
Riyādhah ini berupa amalan-amalan yang diminta langsung oleh murid atau ditugaskan oleh Guru kepada murid. Riyadhah khususil khusus ini bisa dilaksanakan bila ada ijazah (izin) dari Guru Mursyid.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

