Dosanya Seorang Pengangguran Yang Abaikan Keluarga

Berbuat dosa bukan hanya kejahatan, tapi menyia-nyiakan tanggungan juga dosa

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah Saw juga bersabda:

لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

“Sungguh seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya atau menolaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Bukan Fatalis Islam Dorong Umatnya Bekerja dan Berkarya

Bekerja keras dengan menggunakan tangan adalah salah satu pekerjaan terbaik bahkan inilah cara kerja para Nabi. Dari Al Miqdam ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda,

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

“Tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Dawud ‘alaihissalam makan dari hasil usaha tangannya (sendiri).” (HR. Bukhari no. 1966).

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bekerja, mencari nafkah yang halal, berusaha memenuhi kebutuhan diri dan keluarga dengan usaha sendiri dan tidak menjadi beban atau berharap dari orang lain. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi