Cara Ahli Dzikir Hadapi Misteri Kematian
Sayyidina Umar ra, berkata tentang enam hal yang dirahasiakan Allah Swt
Karena mati dan kematian adalah rahasia Allah Swt yang pasti datang, maka tugas kita adalah mempersiapkan kapan datangnya ajal tersebut. Beberapa pertanyaan yang harus kita jawab adalah apakah kita sudah siap menghadapi ajal? Apakah bekal untuk kehidupan di akhirat sudah siap?
Baca juga: Mumpung Sehat, Yuk Talqin Dzikir Sebelum Wafat!
Ajal bisa datang kapan saja, di mana saja, dan dalam kondisi apapun. Kita sering mendengar ada orang yang meninggal saat shalat, saat melantukan ayat suci al-Quran, saat konser musik, bahkan saat tidur seseorang tidak bangun lagi. Keselamatan seseorang memasuki kehidupan akhirat sangat ditentukan oleh kondisi saat ajal itu datang.
Salah satu tanda orang yang akan selamat memasuki hari akhirat adalah pada saat dicabut nyawa di akhir kalamnya (ucapannya) dia mengucapakan kalimat Laa ilaaha illalah.
Pertanyaan kemudian siapa yang bisa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalah di akhir hayatnya? Dialah yang sudah dilatih, terbiasa, dan istiqamah melafalkan kalimat tersebut. Dialah ahli dzikir. Bagi ahli dzikir Allah Swt akan memberikan kebaikan.
Rasulullah Saw telah bersabda, “tidak bagi ahli dzikir rasa ketakukan ketika dicabut nyawa dan memasuki alam kubur.” Dzikir yang mana? Dzikir yang diajarkan oleh seseorang yang hatinya telah bersih dan senantiasa hidup, mengingat Allah Swt. Dialah guru mursyid.
Baca juga: Besarnya Faidah Talqin Dzikir Hadapi Sakaratulmaut
Lalu bekal apa yang harus disiapkan untuk memasuki hidup dan kehidupan akhirat? Sebaik-baik bekal yaitu taqwa kepada Allah Swt.
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS. Al-Baqarah: 197).
Dari sekian kalimat yang baik adalah kalimat taqwa. Apa kalimat taqwa itu? Kalimat Laa ilaaha illalah. Bagi ahli dzikir mengucapkan kalimat taqwa sebuah keniscayaan. Bagi ahli dzikir menghidupkan hati dengan dzikir kepada Allah sebuah kenicayaan. Maka beruntunglah orang yang telah menjadi ahli dzikir. Karena dia akan selalu siap menghadapi kapan ajal itu datang. Semoga kita digolongkan menjadi ahli dzikir.
Oleh: Nana Suryana, S.Ag., M.Pd.
Ketua Prodi PGMI IAILM Suryalaya Tasikmalaya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

