Berikut Ini Silsilah TQN Pontren Suryalaya

Salah satu ciri dari tarekat mu’tabarah ialah memiliki Guru Mursyid yang silsilahnya bersambung sampai Rasulullah Saw.  Maka, setiap orang yang hendak mengambil tarekat perlu memperhatikan dengan jeli sanad tarekatnya. Itu sebabnya dalam kitab Miftahus Shudur, Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin mengutip Syekh Sya’rani dalam al Anwar al Qudsiyah sebagai berikut:

وقد أجمع السلف كلهم على أن من لم يصح له نسب القوم ولا إذن فى أن يجلس للناس لا يجوز أن يلقنهم ذكرا ولا شيئا من الطريق إذ السر فى الطريق إنما هو ارتباط القلوب بعضها ببعض إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى حضرة الحق

Para ulama salaf seluruhnya telah sepakat bahwa orang yang tidak bersambung silsilah nasabnya kepada kaum sufi, dan tidak memperoleh izin untuk duduk (mendampingi) orang-orang, dia tidak boleh mentalqin dzikir dan tidak boleh pula mengajarkan apapun menyangkut thariqah. Sebab rahasia dalam thariqah ialah keterpautan qalbu sebagian orang dengan sebagian lainnya lagi sampai kepada Rasulullah Saw sampai kepada hadirat Al Haqq (Allah Swt).

Bersambungnya sanad dalam berguru amat ditekankan dalam agama. Ibnu Sirin salah seorang tabi’in yang merupakan ahli fiqih dan periwayat hadis berkata, “Sesungguhnya ilmu ini adalah (bagian dari) agama. Maka perhatikanlah dari siapa kamu mengambil agamamu”. Baca juga…

وقد أوصى رسول اللہ ﷺ ابن عمر رضي الله عنهما بذلك فقال : یا ابن عمر دينك دينك إنما هو لحمك ودمك فانظر عمن تأخذ خذ الدين عن الذين استقاموا ، ولا تأخذ عن الذين مالوا

Rasulullah Saw pernah berwasiat kepada Ibnu Umar tentang hal itu: Hai Ibnu Umar, agamamu, agamamu. Sungguh ia adalah daging dan darahmu. Maka perhatikanlah dari siapa kamu mengambilnya. Ambillah agama dari orang-orang yang istiqamah, dan janganlah kamu ambil dari orang-orang yang menyimpang (HR. Ibnu Ady).

Setiap manusia berpotensi memiliki penyakit qalbu dan akhlak buruk, yang dampaknya jauh lebih berbahaya dan dibanding penyakit fisik. Jika mengobati penyakit fisik kita memerlukan dokter ahli, tentu kita lebih membutuhkan dokter ahli qalbu yang menyucikan jiwa. Di sinilah urgensinya seorang Mursyid yang ahli mengobati penyakit qalbu, sebagaimana disebutkan dalam Miftahus Shudur berikut ini:

قد أجمع أهل الطريق على وجوب اتخاذ الإنسان له شيخا يرشده إلى زوال تلك الصفات التي تمنعه من حضرة الله تعالى بقلبه لتصح صلاته من باب ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

“Para ulama ahli thariqah sepakat bahwa seorang (murid) wajib memiliki guru seorang syekh, yang dapat membimbingnya untuk menghilangkan sifat-sifat penghalang qalbu dan dekat kepada Allah agar hubungan dengan Allah menjadi benar, hal ini termasuk dalam kaidah ushul fiqih yaitu, sesuatu yang menghantarkan kepada kewajiban, maka sesuatu itu hukumnya juga wajib”.

فمن لم تتصل سلسلته بالنبي صلى الله عليه وسلم فإنه مقطوع الفيض ولم يكن وارثا لرسول الله صلى الله عليه وسلم ولا تأخذ منه المبايعة والإجازة

Maka siapa yang tidak bersambung silsilahnya dengan Nabi Muhammad Saw, sungguh ia terputus dari dari faidh (limpahan kebaikan) dan ia bukanlah pewaris Rasulullah Saw yang tidak berhak diambil darinya bai’at dan ijazah (talqin dzikir). Baca juga…

Lalu bagaimana dengan TQN Pontren Suryalaya? berikut silsilahnya:

1. Allah Swt
2. Sayyidina Jibril
3. Rasulullah Saw
4. Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw
5. Sayyidina Husein ra.
6. Sayyidina Zainal Abidin ra.
7. Sayyidina Muhammad Baqir ra.
8. Sayyidina Imam Ja’far Shadiq ra.
9. Sayyidina Imam Musa Al-Kadzim ra.
10. Syekh Abu Hasan Ali bin Musa Ar-Ridha ra.
11. Syekh Ma’ruf Al-Karkhi ra.
12. Syekh Sirri As-Saqathi ra.
13. Syekh Junaid Al-Baghdadi ra.
14. Syekh Abu Bakar Asy-Syibli.
15. Syekh Abdul Wahid At Tamimi ra.
16. Syekh Abul Faraj At-Turtusi ra.
17. Syekh Abul Hasan Ali bin Yusuf Al-Qurosi Al-Hakari ra.
18. Syekh Abu Sa’id Al-Mubarok bin Ali Al-Makhzumi ra.
19. Syekh Abdul Qodir Al-Jailani qs.
20. Syekh Abdul Aziz ra.
21. Syekh Muhammad Hattak ra.
22. Syekh Syamsuddin ra.
23. Syekh Syarofuddin ra.
24. Syekh Nuruddin ra.
25. Syekh Waliyuddun ra.
26. Syekh Hisyamuddin ra.
27. Syekh Yahya ra.
28. Syekh Abu Bakar ra.
29. Syekh Abdurrahim ra.
30. Syekh Utsman ra.
31. Syekh Abdul Fattah ra.
32. Syekh Muhammad Murod ra.
33. Syekh Syamsuddin ra.
34. Syekh Ahmad Khothib Syambas ra.
35. Syekh Tholhah ra.
36. Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra.
37. Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin ra.

#silsilah #gurumursyid #abahanom

Rekomendasi
Komentar
Loading...