Asyik Tanpa Sampah Plastik, Kiai Wahfi: Bumi Tanggung Jawab Kita

Sebagai mayoritas muslim, justru sampah terbesar datangnya dari sisa makanan

“Dan semua itu memberi tekanan yang berat terhadap lingkungan dan akan menimbulkan bencana. Bagi orang beragama, aktivis agama, semua tekanan lingkungan itu jelas akan mempengaruhi juga iman dan akhlak seseorang,” imbuhnya.

Di Indonesia penduduk sudah akan mencapai 300 juta yang bisa dianggap sebagai labour, market dan dhu’afa. “Kepentingan manusia yang demikian banyak itu mau tidak mau menjadi market dan ini lagi-lagi (terkait) sampah,” tuturnya.

Baca juga: Kesucian dan Tujuan Dzikrullah Menurut Abah Anom

Belum lagi data gelombang urbanisasi yang terjadi di Indonesia menyebutkan bahwa 63 % orang yang tinggal di kota dan 37 tinggal di desa. Penduduk menumpuk di kota dengan lahan yang sempit, lagi-lagi problemnya adalah sampah, ucapnya.

Secara ekonomi makro, Wakil Talqin Pangersa Abah Anom tersebut menyatakan bahwa dari sisi fiskal dan moneter alokasi dana untuk penanggulangan sampah sangat kecil sekali.

Ada satu pilar lagi yaitu Islamic Social Finance (ISF) yang intinya adalah zakat dan wakaf. Di sinilah lembaga amil dan nazir wakaf, dengan dana zakat dan wakafnya bisa melakukan pemberdayaan yang terkait dengan sampah. Masyarakat dhuafa dilatih untuk reduce, reuse dan recycle sampah menggunakan dana ISF.

“Jadi aspek demografi pertumbuhan penduduk membawa konsekuensi yang berat bagi lingkungan terutama sampah. Dan yang kedua kita harus membangun aspek pendanaannya, selain mengandalkan dana fiskal dan moneter juga kita bisa mengaktifkan dana ISF zakat wakaf,” jelasnya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi