Andai Pemimpin Negeri ini Melihat Allah
Ia dibimbing untuk dapat mengamalkan setiap apa yang telah dipelajarinya
Akhirnya, semua murid senior Syaikh Junaid mengetahui, mengapa sang guru begitu menyayangi rekan mudanya itu.
Hikmah
Hidup di dunia adalah perjalanan ruh di dalam jasad menuju Allah. Semua aktifitas fisik ialah ritual penghambaan kepada Allah. Puncak perjalanan ruhani ini ialah dapat melihat dan merasakan kehadiran Allah di mana pun dan kapan pun berada. Inilah di antara maksud firman Allah: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia selain untuk menghamba kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).
Ketaatan agama baik dalam bentuk ritual seperti shalat dan puasa, maupun sosial seperti sedekah dan berdakwah, tiada lain ialah untuk tujuan ini. Setiap Muslim dituntut untuk belajar agama. Bersama seorang syekh atau guru, ia dibimbing untuk dapat mengamalkan setiap apa yang telah dipelajarinya.
Puncak dari ini semua adalah, seseorang bisa melihat atau merasakan kehadiran Allah kapan dan di mana pun berada. Inilah insan yang telah mencapai maqam ihsān, sebuah maqam spiritual yang hanya dapat diraih jika seseorang telah secara maksimal mengamalkan ibadah-ibadah yang disyariatkan Allah (Rukun Islām) dan telah menjiwai setiap hal yang harus diimaninya (Rukun Iman).
Pada maqam ini, seorang Mukmin senantiasa berada dalam kedekatan bersama Allah swt. Rasulullah saw menggambarkannya, “Engkau menghamba kepada Allah seakan kau melihat-Nya. Tapi jika kau tak mampu melihat-Nya, kau merasakan pengawasan-Nya atasmu.” (HR.Muslim)
Pada maqam ini, ia menangkap kehadiran Allah di setiap hal yang dilihatnya, di setiap suara yang didengarnya, di setiap tempat yang didiaminya dan di setiap keadaan yang dialaminya. “Dan kepunyaan Allahlah timur dan barat, maka ke mana pun kau menghadap hadirlah ‘wajah’ Allah. Betapa Allah Mahahadir di manapun dan Mahatahu segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 115)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

