Aktivitas Lahir dan Batin Satu Kesatuan

Dalam pandangan Islam, aktivitas batin harus didahulukan dari aktivitas lahir

Hadis ini menekankan betapa pentingnya peranan hati atau kalbu yang bersifat batiniah. Pentingnya aktivitas batiniah dapat terlihat dengan jelas dalam salah satu hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Saw bersabda:

إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَ قُلُوبِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuhmu dan hartamu, akan tetapi melihat kepada hatimu”. (HR. Muslim, No: 2564).

Baca juga: Dosa Lahir dan Batin

Hadis ini menjelaskan bahwa bahwa Allah Swt memperhatikan perilaku seseorang kepada aktivitas batiniahnya, termasuk niat dan motivasinya. Betapa banyaknya orang yang kelihatannya mengerjakan aktivitas duniawi, karena niatnya baik hasilnya menjadi aktivitas ukhrawi.

Sebaliknya betapa banyaknya orang yang kelihatannya mengerjakan kegiatan ukhrawi, karena kesalahan niat menjadi kegiatan duniawi. Dalam hadis lain disebutkan, selain bergantung pada aktifitas batin, aktifitas lahir pun menjadi salah satu bentuk dari kebaikan yang dikerjakan seseorang. Disebutkan hadis Nabi Saw:

إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuhmu dan bentuk rupamu, akan tetapi melihat kepada hati dan pekerjaanmu”. (HR. Muslim, No: 2564).

Kesucian dan ketulusan dalam niat yang bersemayam dalam hati manusia dijelaskan secara gamblang dalam berbagai ayat al-Qur’an, misalnya:

وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ

“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa”. [QS. Al-Syuara, 26:87-90]

Baca juga: Bagaimana Sisi Kemanusiaan Dalam Peradaban Islam

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang berhati bersih atau pasrah kepada Allah akan memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Hati yang bersih atau hati yang pasrah kepada Allah, merupakan aktivitas batiniah yang tidak kasat mata.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi