Aktivitas Lahir dan Batin Satu Kesatuan

Dalam pandangan Islam, aktivitas batin harus didahulukan dari aktivitas lahir

Senada dengan uraian di atas, bahwa orang-orang yang memiliki hati yang bersih, dengan selalu bertaubat kepada Allah dari segala kekeliruan dan kesalahannya, akan memperoleh kebahagiaan yang agung di akhirat.

وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ غَيۡرَ بَعِيدٍ هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٖ مَّنۡ خَشِيَ ٱلرَّحۡمَٰنَ بِٱلۡغَيۡبِ وَجَآءَ بِقَلۡبٖ مُّنِيبٍ

“Dan didekatkanlah syurga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat”. [QS. Qaf, 50:31-33]

Baca juga: Inilah Tawakkal Terkait Rezeki Yang Sesungguhnya

Meskipun aktivitas batin didahulukan dari aktivitas lahir, tidak berarti aktivitas lahiriah itu tidak penting. Aktivitas lahiriah tetap penting, karena itu merupakan cermin aktivitas batiniah.

Aktivitas lahir harus dilaksanakan secara baik, sesuai tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah. Aktivitas lahiriah dan batiniah pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dicerai pisahkan. []

Penulis: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi