Ngaji Ilmu Tawakkal dari Imam Qusyairi

Imam Al-Qusyairi dalam Kitab Risalah Al-Qusyairiyah menjelaskan tentang makna tawakkal secara jelas. Menurutnya, perintah untuk bertawakal itu bukan berarti melepas tanggung jawab kita untuk bekerja dan berusaha.

Beliau menukil nasehat Sahal Ibn Abdullah:

التوكل حال النبي والكسب سنته فمن بقي على حاله فلا يتركن سنته

“Sifat tawakkal adalah keadaan Nabi dan bekerja adalah jalan yang ditempuh Nabi. Barang siapa yang meneladani ketawakkalan Nabi, maka jangan sampai dia meninggalkan sunah Nabi untuk bekerja.”

Imam Al-Qusyairi ingin menegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba pilihan Allah yang memiliki kedudukan tertinggi yang harus diteladani karena sifat tawakkalnya. Namun, pada saat yang sama, beliau adalah orang yang bekerja dan berusaha.

Baca juga: Inilah Tawakkal Terkait Rezeki Yang Sesungguhnya

Imam Al-Qusyairi juga menjelaskan:

  واعلم أن التوكل محله القلب والحركة بالظاهر لا تنافي التوكل بالقلب بعد ما تحقق العبد أن التقدير من قبل الله وإن تعثر شئ فبتقديره وإن اتفق شئ فبتيسيره

“Ketahuilah bahwa tawakal bertempat di dalam hati, dan usaha secara lahiriah tidaklah merusak sifat tawakkal dalam hati, sepanjang hamba itu meyakini bahwa takdir datang dari sisi Allah. Jika suatu perkara terasa sukar, maka hal tersebut datang dari takdir Allah. Dan apabila suatu perkara selaras dengan keinginannya maka hal tersebut datang dari pertolongan Allah.”

Penulis: Halim Ambiya (Pengasuh Tasawuf Underground)

Rekomendasi