Aktivitas Lahir dan Batin Satu Kesatuan
Dalam pandangan Islam, aktivitas batin harus didahulukan dari aktivitas lahir
Setiap kegiatan yang dilakukan manusia, selalu terjadi dengan dua aktivitas, yaitu aktivitas lahir dan batin. Dalam pandangan Islam, aktivitas batin harus didahulukan dari aktivitas lahir. Karena aktivitas lahiriah tidak akan diterima oleh Allah Swt jika tidak disertai dengan aktivitas batin.
Ibadah gerik-gerik orang yang mengerjakannya dapat dilihat, seperti berdiri ruku’, sujud, bacaan dan kegiatan lainnya, ibadah tersebut tidak dapat diterima bila tidak disertai dengan aktivitas batin, misalnya tidak melakukan niat yang dikerjakan di dalam hati. Dalam hal ini Nabi bersabda:
“Sesungguhnya amal itu bergantung kepada niatnya”. (HR. Bukhari, No: 6689).
Yang dimaksud niat adalah niat yang ikhlas, terlepas dari kecenderungan pribadi dan kecenderungan duniawi tetapi harus ikhlas kepada Allah. Allah Swt tidak menerima suatu amal kecuali dikerjakannya secara ikhlas. Firman Allah Swt:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus”. [QS. Al-Bayyinah, 98: 5]
Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Zahir Batin Sesuai Tanbih
Ayat ini mengarahkan umat manusia yang beriman agar menjernihkan amal ibadahnya dengan ikhlas karena Allah. Batiniah, seperti hati atau qalbu adalah merupakan hakikat manusia, dia menjadi sumber kebaikan atau keburukan yang terjadi pada diri manusia. Nabi Saw bersabda:
“Ketahuilah, sesungguhnya dalam diri manusia, terdampat segumpal daging. Apabila baik, baik pulalah seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu adalah hati”. (HR. Bukhari, No: 2051 & Muslim, No: 1599).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

