Abah Anom, Biasakan Menghitung Berbagai Kenikmatan
Maka begitulah seyogyanya kita berdzikir mengingat Allah juga tak terhitung jumlahnya
Setiap nikmat yang ada di alam raya ini Allah lah sumber dan yang mewujudkannya. Segala kenikmatan yang dirasakan dan diterima oleh setiap manusia mulai dari kesehatan, kelapangan, bertambahnya rezeki, banyaknya anak, kecerdasan dan lain sebagainya adalah berasal dari Allah satu satunya, bukan yang lain. Maka dengan penuh kesadaran akuilah bahwa segala kenikmatan dan kasih sayang datang dan bersumber dari Allah Swt.
Dalam wejangannya itu, secara tersirat Pangersa Abah juga mengingatkan agar kita semua tidak lalai dalam mengingat Allah dalam setiap kenikmatan dan kasih sayang-Nya. Ini berarti kita mesti mengaitkan segala kebaikan, kenikmatan, dan segala kasih sayang dengan Allah Swt, dengan begitu ia akan menjadi dzikir (ingat) kepada Allah.
Saat melihat kenikmatan dan aneka bentuk kasih sayang dalam kehidupan ini, maka di saat yang sama ia melihat / mengingat Allah Swt. Meskipun perlu digarisbawahi bahwa bentuk kasih sayang Allah yang diterima hamba-Nya tidak melulu hal yang bersifat menyenangkan dan disukai.
Baca juga: Tingkatan Ma’rifat Menurut Pangersa Abah Anom
Sebaliknya, ketika kita lalai untuk melihat segala kenikmatan dan kasih sayang itu adalah dari Allah, maka kita bisa termasuk orang-orang yang kufur kepada-Nya.
Allah berfirman dalam hadits qudsi-Nya, wahai anak Adam, bahwa selama kamu mengingat-Ku, berarti kamu bersyukur pada-Ku, dan apabila kamu melupakan Aku, berarti kamu telah kufur kepada-Ku. (HR. Thabrani)
Ajakan Pangersa Abah Anom untuk menghubungkan antara nikmat dan dzikir ialah, bahwa sungguh kenikmatan Allah demikian melimpah hingga tidak dapat terhitung sebagaimana disebut dalam ayat di atas. Maka begitulah seyogyanya kita berdzikir mengingat Allah juga tak terhitung jumlahnya. Karena mengingat nikmat-Nya sama dengan mengingat-Nya.
Wejangan Pangersa Abah Anom itu juga mengajarkan bahwa dengan membiasakan diri untuk menghitung kenikmatan dan kasih sayang dari Allah akan memunculkan syukur kepada-Nya, bertambah syukur dan terjaga konsistensi dalam bersyukur serta terhindar dari kufur nikmat.
Syukur diawali dengan pengakuan qalbu bahwa segala kenikmatan berasal dari Allah, lalu memuji Allah Swt dan menyucikan-Nya dengan lisan, serta menggunakan kenikmatan dan kasih sayang itu sesuai dengan apa yang diridhai-Nya.
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu! Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku! [Surah Al-Baqarah: 152]
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

