Wejangan Abah Anom Agar Masyarakat Repeh Rapih

Bagaimana pengaruh dzikir dalam membentuk kehidupan masyarakat yang baik

Hadis tersebut mengajar kita agar memperlakukan setiap orang selaras atau sesuai dengan kedudukannya dalam agama, ilmu, kehormatan dan martabatnya. Karena setiap orang memiliki kadar tertentu dalam kedudukan dan derajatnya yang mesti dipenuhi sesuai haknya.

KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin secara bijak membagi kadar dan kedudukan seseorang itu dalam empat cluster (kategori) sebagaimana yang disebutkan dalam wasiat Tanbih dari Pangersa Abah Sepuh KH. Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad. Empat kategori tersebut secara tidak langsung mendidik murid-murid beliau agar mengenal diri dan sadar akan kedudukannya masing-masing serta mengenal orang-orang yang berinteraksi dengannya.

Kegagalan dalam mengenal diri dan mengidentifikasi siapa yang berinteraksi dengannya akan membuat seseorang berlaku tidak adil dan kurang pantas atau bisa jadi bertindak berlebihan sehingga ada hak orang lain tercederai atau belum terpenuhi. Hal ini diisyaratkan oleh sabda Nabi Saw.

ليسَ منَّا من لَم يَرحَمْ صغيرَنا ، و يعرِفْ حَقَّ كَبيرِنا

Bukanlah golongan kita orang yang tidak menyayangi orang yang muda (derajatnya lebih rendah) dan tidak mengenal hak orang yang lebih tua (derajatnya lebih tinggi) (HR. Abu Dawud)

Baca juga: Wejangan Pangersa Abah Anom di Bulan Ramadhan

ليس منا من لم يرحمْ صغيرَنا ، ويُوَقِّرْ كبيرَنا

Bukanlah termasuk kelompok kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua (HR. Tirmidzi)

Jika demikian, maka mengenal kadar diri mutlak diperlukan dalam relasi sosial. Sehingga kita mengetahui saat berhadapan dengan orang yang sederajat, dengan yang lebih tinggi atau lebih rendah derajatnya, atau berhadapan dengan mereka yang membutuhkan uluran tangan dan bantuan karena termasuk dhuafa, yang dalam dimensi syariat termasuk utamanya mustahiq zakat/sedekah (faqir dan miskin) (lihat surah at Taubah ayat 60).

Menyangkut sikap terhadap empat golongan tersebut, kita bisa merujuk pada tanbih sebagai akhlak sosial universal (‘amaliah ijtima’iyah). Dan untuk itu, dzikir akan membantu mewujudkan hubungan baik dengan empat kategori tersebut disesuaikan dengan kedudukan kita masing-masing.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi