Tiga Tali Temali Pengukuh Ikatan Pernikahan

Jangan menghalangi seseorang untuk menikah dengan alasan dia belum mampu

“Mawaddah harus diperjuangkan, tidak bisa otomatis,” tegasnya.

Setiap orang harus sadar bahwa dia sebenarnya memiliki kekurangan. Sehingga kalau dia lihat pasangannya berkekurangan, sebelum dia lihat pasangannya berkekurangan, dia harus sadar bahwa dia juga punya kekurangan.

Baca juga: Kiat Mewujudkan Keluarga Sakinah di Tengah Pandemi

Adapun yang kedua, rahmah itu ialah keperihan hati melihat ketidakberdayaan seseorang. Keperihan itu mendorong suami atau istri untuk memberdayakan pasangannya.

Ikatan terakhir dari perkawinan adalah amanah yang berasal dari kata aman dan iman. Amanah dua ciri pokoknya, selalu bersama siapa yang diberi amanah, dan amanah juga selalu dijunjung tinggi oleh yang menerimanya.

“Siapa yang tidak ingin selalu bersama memelihara amanah dia tidak wajar menerima amanah, dan siapa yang tidak menjunjung tinggi amanah dia tidak wajar pula menerima amanah,” jelasnya.

Baca juga: Peliharalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka

Tiga tali temali perkawinan itu kemudian direkat dengan kalimat Allah. Nabi bersabda: “Berbaik-baiklah kepada pasanganmu, karena engkau memperolehnya berkat kalimat Allah dan menjadi halal hubungan kamu karena amanat yang telah engkau telah terima”.

Kalimat Allah luhur, kalimatullah hiyal ‘ulya. Kalimat Allah itu bercirikan shidqan, wa ‘adlan, la mubaddila likalimatih.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi