Tarekat, Metode Jihad Yang Disyariatkan Agama
Ahli tasawuf membagi jihad menjadi dua macam, yakni jihad kecil dan jihad besar
Dinamakan dengan jihad besar karena berjihad memerangi hawa nafsu serta membersihkan qalbu dari segala sifat tercela, serta menghiasinya dengan sifat yang diridhai-Nya. Sebagaimana ulama tasawuf berkata,
Mengosongkan diri (dari sifat tercela) sebelum menghiasi diri (dengan sifat yang terpuji).
Layaknya seorang petani yang ingin menanam padi di sawah, maka hendaklah membersihkan rumput-rumput yang ada di sawahnya sebelum menanaminya, dan juga selalu membersihkan rumput yang menganggu serta menjaganya dari hama ataupun segala serangan yang bisa merusak padinya tersebut, agar padi itu tumbuh dan selamat hingga masa panennya. Demikian Syekh Yusri memberikan analogi.
Baca juga: Jihad Dilakukan Sepanjang Hayat Hingga Kiamat
Begitu juga dengan qalbu harus selalu dibersihkan. Menjaganya dari sifat-sifat tercela, serta menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji yang diridhai-Nya. Karena qalbu yang selamat ketika menghadap Allah, ialah yang bersih dari syirik, nifaq, serta terjaga dari syahwat yang kotor, sifat yang buruk, penyakit qalbu dan perbuatan yang tercela ketika di dunia.
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan qalbu yang bersih, (Asy-Syu’ara: 88-89).
Ketika pulang dari salah satu perang yang paling dahsyat dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad Saw berkata kepada para sahabatnya. “Kita pulang dari jihad kecil menuju jihad yang besar.”
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

