Tanggung Jawab Intelektual ala Imam Ghazali

Intelektual sejati lahir dari akal, iman, dan hati yang terhubung pada Sang Pencipta

Menurut Imam Ghazali, ilmu tasawuf adalah pengetahuan yang menghubungkan manusia ke arah jalan kebenaran yang sejati untuk memperoleh pendekatan kepada Tuhan yaitu dengan Cinta (mahabah), kemudian syariat (melaksanakan hukum-hukum Allah), tarekat (metode atau jalan menuju kedekatan pada Allah), dan hakikat (menuju kepada yang hakiki) yaitu Tuhan (Allah Jalla Jalaluhu).

Sehingga dengan kita memadukan antara kemampuan intelektual dengan tiga rukun utama agama yaitu iman, islam dan ihsan, atau seperti apa yang telah diteladankan oleh Imam Ghazali (syariat, tarekat dan hakikat), sudah dipastikan bahwa kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dapat mempertanggungjawabkan ke-intelektualan dan akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati, yaitu cinta dari-Nya.

Baca juga: Wakaf pilihan Cerdas yang Menjanjikan

Namun, dari sekian banyak pengetahuan yang manusia dapatkan dari dimensi ilmu-ilmu yang ada, harus juga dapat dipertanggung jawabkan dalam segi ke-shahihan sanad itu sendiri, apalagi berbicara perihal keagamaan.

Tentunya dengan kita belajar ilmu apa pun itu harus dengan para ahlinya (guru yang mempunyai sanad keilmuan yang muttasil bersambung kepada Nabi Muhammad Saw) agar ilmu itu bisa dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi