Tanbih dan Spirit Surah Al Maun
Surah Al Maun ajarkan amal nyata, perhatian pada yatim, dan esensi shalat sosial
Abah Sepuh tidak ingin para murid yang dicintainya lengah terhadap substansi shalat sebagaimana disebutkan dalam surah al Maun. Sebab, Abah Sepuh mengetahui bahwa shalat saja tetapi mengabaikan substansinya dengan abai terhadap kaum fakir miskin bisa mengundang murka Allah Swt.
Dengan kalimat lain, ibadah ritual di samping memiliki bentuknya yang formal juga memiliki substansi. Kita juga dapat berkata bahwa, ibadah ritual sudah semestinya melahirkan ibadah sosial.
Bahkan sebelum sampai sana, dalam tanbih sebelumnya sudah diuraikan bahwa, “Terhadap orang-orang yang keadaannya di bawah kita, janganlah hendak menghinakannya atau berbuat tidak senonoh, bersikap angkuh, sebaliknya harus belas kasihan dengan kesadaran, agar mereka merasa senang dan gembira hatinya, jangan sampai merasa takut dan liar, bagaikan tersayat hatinya, sebaliknya harus dituntun dibimbing dengan nasehat yang lemah-lembut yang akan memberi keinsyafan dalam menginjak jalan kebaikan.”
Abah Sepuh sebagai Guru Mursyid TQN Pontren Suryalaya, berharap besar ikhwan akhwat Pontren Suryalaya khususnya tidak masuk dalam golongan orang yang Allah kecam dalam surah al Maun. Yaitu mereka yang berkemampuan, tetapi enggan, jangankan memberi, menganjurkan pun tidak.
Dengan mengikuti manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jilani yang dibacakan Tanbih di dalamnya, tak lain agar para ikhwan akhwat bisa melaksanakan wasiat Abah Sepuh, yang di antaranya ialah ejawantah dari surah al Maun.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

