Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (qs)

Syekh Abu Abdillah Muhammad Al-Hirowi meriwayatkan bahwa ia mendampingi Syekh Abdul Qadir selama 40 tahun lamanya. Selama itu, ia menyaksikan Syekh Abdul Qadir bila shalat shubuh hanya dicukupkan dengan wudhu shalat isya. Artinya syekh tidak batal wudhu.

Baca juga: Orang Yang di Benci Allah Menurut Syekh Abdul Qadir Jaelani

Para pejabat pemerintahan banyak yang datang untuk bersilaturahmi, namun jika datangnya malam hari tidak bisa bertemu dengan syekh. Mereka pun menunggu hingga sampai waktu shubuh.

Makam Syekh. Foto: Liputan6.com.

Menjelang akhir hayat syekh, malaikat Izrail datang mengunjungi syekh di kala matahari akan terbenam ke peraduannya. Izrail datang membawa surat dari Allah Swt untuk syekh dengan alamat sebagai berikut: ” Yashilu Hadzal Maktuu-bu Minal Muhibbi Ilal Mahbubi”. Surat ini dari Dzat Yang Maha Pengasih disampaikan kepada wali yang dikasihi.

Surat itu diterima oleh putranya yang bernama Abdul Wahab. Setelah itu masuklah dia bersama malaikat Izrail untuk disampaikan kepada syekh. Sebelum surat itu dihaturkan kepada syekh, beliau sudah mengerti bahwa dirinya akan pindah ke alam ‘uluwi, alam tinggi yakni meninggal dunia.

Syekh berkata kepada putra-putranya, “Jangan terlalu dekat, supaya menggeser agak jauh, karena lahiriahnya aku bersama-sama dengan kamu, sedang batiniahnya aku bersama selain kamu. Diperluas ruang ini, karena hadir selain daipadamu, tunjukkan sopan santunmu”.

Siang dan malam hari syekh tiada henti-hentinya berdzikir dan menyampaikan pujian kepada Sang Kekasih.

Syekh wafat pada malam senin, bakda isya, pada tanggal 11 Rabiul Akhir tahun 561 Hijriyah (1166 Masehi) pada usia 91 tahun.

(dirangkum dari buku tanbih, tawassul dan manaqib, yang diterbitkan Wahana Karya Grafika)


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi