Sufi dan Mekanisme Keseimbangan
Tasawuf harus adaptif, menjawab tantangan pasca-Covid dengan peran sosial dan teknologi
Kemarin konten pendidikan tasawuf terlalu menekankan pada aspek transendensinya (transcendency), hubungan manusia dengan Tuhan. Bicara tentang iman, taqwa, ihsan dan tawakal. Sekarang kita kembalikan dan lengkapi dengan aspek humanity-nya.
Pertama, nilai-nilai dasar tentang kemanusiaan dalam Islam adalah kemerdekaan (freedom). Kemerdekaan adalah buah pertama dari tauhid. Jika seseorang betul bertauhid, hanya bergantung kepada Allah maka kepada selain-Nya dia menjadi merdeka.
Kedua, dalam hidup bersama, hidup sosial ada dua nilai yang mendasar yaitu keadilan (justice) dan kesejahteraan (welfare).
Konten tasawuf juga diarahkan pada hal terkait enviroment friendly. Saat ini lingkungan menghadapi tekanan yang sangat berat akibat jumlah penduduk yang sangat besar ditambah kerusakan alam yang menimbulkan gangguan.
Baca juga: Ust. Rojaya: 2 Amalan Agar Mendapat Ampunan-Nya
Teknologi pendidikan tasawuf harus mengarah pada Big Data, Learning Machine – Algorithm, Internet of Things, Face to Face, simulasi praktek, serta riyadhah.
Sufi yang Sejati
Menjadi sufi, kata Wakil Talqin Abah Anom ini, bukan hanya aspek ritual transendental yang harus dikedepankan juga menjalankan fungsi sosio kultural berdasarkan keihsanan.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

