Spiritualitas Pengorbanan Yang Membahagiakan

Jika kehidupan yang pertama yang kita pilih, maka kehidupan kita tak ubahnya hewan

Dalam waktu satu minggu, kuda sang petani pulang , disusul dengan dua puluh ekor kuda liar. Para tetangga sang petani datang untuk merayakannya, dengan mengatakan: “sungguh beruntung kudamu telah kembali ditambah dua puluh ekor kuda lainnya.”

Sang pria menjawab, “Kita tidak tahu apakah itu keberuntungan atau kemalangan!”

Keesokan harinya putra sang petani menunggang diantara kuda-kuda liar itu dan jatuh hingga kakinya patah. Para tetangga datang untuk menghibur dengan mengatakan: “sungguh malang”, dan sang petani mengatakan: “kita tidak tahu apakah ini kemalangan atau keberuntungan”. Lalu sebagian tetangganya menjadi marah dan mengatakan, “tentu itu kemalangan, dasar orang tua bodoh!”

Seminggu berlalu dan sebuah angkatan bersenjata datang, merekrut semua pemuda sehat untuk bertempur di negeri yang jauh. Putra sang petani karena kakinya patah tidak direkrut. Pada akhirnya semua yang bertempur di medan perang gugur. Semua tetangganya datang dan mengatakan: “sungguh beruntung putramu tidak direkrut”, dan sang petani mengatakan “kita tidak tahu apakah ini kemalangan atau keberuntungan”.

Kisah diatas menarik untuk kita simak, betapa banyak kita merasa diri paling sial ketika kita berhadapan dengan sebuah kemalangan, gagal dalam profesi, rumah tangga, bisnis, politik atau lainnya. Padahal takdir Allah justru berkehendak lain, yaitu justru menjadi kebaikan bagi diri kita.

Kita terkadang sering terpengaruh dengan pendapat orang lain, seperti kalimat “sungguh malang nasibmu, kamu selalu saja gagal”. Dan seketika kita merasa dunia menjadi berantakan dan akhirnya kita jatuh ke dalam jurang kesedihan yang berkepanjangan. Padahal kita tidak tahu apakah itu kemalangan atau justru keberuntungan?


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi