Spiritualitas Pengorbanan Yang Membahagiakan

Jika kehidupan yang pertama yang kita pilih, maka kehidupan kita tak ubahnya hewan

Pelajaran berikutnya, bahwa kesungguhan selalu membuahkan hasil yang monumental. Hingga kini, Fi Zhilalil Qur’an gubahan Sayyid Quthb dicetak di berbagai negara, dalam berbagai bahasa, oleh banyak penerbit, dan menjadi inspirasi Gerak Aktivis Muslim. Di negeri kita sendiri, tafsir ini dicetak oleh sedikitnya dua penerbit puluhan kali.

Penjara, bagi Quthb adalah tempat untuk berkarya. Menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk umat.

Dari dalam negeri, kita punya Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Lelaki yang menjadi Ketua MUI Pertama ini sempat mendekam di balik hotel prodeo atas prakarsa rezim di negeri ini.

Apa makna penjara bagi ulama yang akrab dipanggil Buya HAMKA ini? Beliau menuturkan dengan lugas kepada kita, “Tiga hari di dalam penjara, saya sudah mengkhatamkan al-Qur’an 5 kali. Dalam kurun waktu 2 tahun di dalam penjara, saya mengkhatamkan al-Qur’an sekitar 150 kali.”

Apakah selesai sampai di situ? Tidak,

Selama dua tahun itu, HAMKA merampungkan penulisan Tafsir Al-Azhar sebanyak 28 Juz. Karena dua juz (yakni juz 18 dan 19) sudah diselesaikan sebelum beliau dijebloskan ke dalam jeruji besi.

Sekeluarnya beliau dari hotel prodeo, uang hasil royalti penulisan tafsir itu bisa digunakan untuk menjalankan ibadah haji di tanah suci. Bukan hanya beliau, tetapi juga untuk keluarganya. Hingga kini, tafsir yang diterbitkan oleh Pustaka Panjimas ini, menjadi inspirasi bagi mereka yang hendak menyelami samudera al-Qur’an dan hendak menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman mereka untuk menjalani kehidupan ini.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi