Spiritualitas Pengorbanan Yang Membahagiakan

Jika kehidupan yang pertama yang kita pilih, maka kehidupan kita tak ubahnya hewan

Kita yang sudah merasa dewasa, apakah yang sudah kita korbankan untuk Allah?

Sesungguhnya dunia adalah ujian. Hidup adalah ujian apakah kita mengisi hidup dengan penuh kemuliaan atau keegoisan? Pengorbanan atau keserakahan? Kebencian atau kasih sayang? Pecah belah atau persatuan? Allah berfirman: Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al Mulk: 2).

Allahu Akbar 3x.
Sidang Idul Adha yang dimuliakan Allah.

Mari kita mencermati beberapa nilai spiritual dibalik pengorbanan Ismail, antara lain:

  1. Kepatuhan yang tinggi kepada Allah
  2. Rela berkorban meski harus mengorbankan nyawa
  3. Mati bukanlah kehancuran. Mati adalah pintu menuju kebahagiaan hakiki yg harus kita lewati dengan mulia
  4. Kepasrahan total kepada Allah

Pertama: Kepatuhan yang tinggi kepada Allah

Saat nabi Ibrahim meminta pendapat Ismail bahwa Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih Ismail, Ismail langsung dengan sigap menjawab “laksanakan apa yang diperintahkan”.

Sidang Idul Adha yang dimuliakan Allah.
Betapa tinggi kepatuhan Ismail kepada Allah. Bahkan beliau rela mengakhiri hidupnya dalam rangka patuh kepada Allah. Bagaimana dengan kepatuhan kita kepada Allah? Apakah kita masih pikir-pikir panjang untuk mematuhi perintah Allah? Tidak berani meninggalkan kenyamanan (comfort zone) untuk menuju Allah?


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi