Riwayat Abah Sepuh dengan Murid-muridnya

Kepada para tamunya, tidak pernah membeda-bedakan antara yang kaya atau miskin

Tamu Abah Sepuh waktu itu tidak terbatas dari Jawa Barat saja, tapi ada pula yang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahkan dari Madura, dan semua rata-rata pada akhirnya menjadi murid, dan mengamalkan Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah.

Selain rakyat biasa, banyak pula para pejabat dari Provinsi di Jawa Barat yang menjadi murid Abah Sepuh, dan semua itu diterima dan diperlakukan sama, dalam arti sama sebagai sesama murid, meskipun berbeda dalam keadaan lahiriah.

Baca juga: Ki Hirup, Khutbah Fenomenal Karya Abah Sepuh

Hal itu terjadi selama berpuluh-puluh tahun hingga menjelang perang kemerdekaan. Kemudian setelah merdeka, Abah Sepuh masih memimpin hingga tahun 1955, pada saat mana kemudian Abah Sepuh menyerahkan pimpinan kepada Abah Anom.

Menurut riwayat, ketika Beliau dipanggil Allah Swt, jenazahnya seperti terbang, tidak diangkat sambil berjalan, tapi bersambut dari tangan ke tangan, saking banyaknya pelayat yang hadir waktu itu, entah berapa ribu orang, dan setiap orang ingin memegang keranda usungannya, seolah ingin menyentuh tubuh Beliau sebagai tanda salam ta’dzim, karena tubuh yang suci itu tak akan bisa lagi disentuh untuk selama-lamanya. Ridhwaanullah ‘alaih.

Dikutip dari buku Satu Abad Abah Sepuh dan Abah Anom Berkhidmat untuk Agama dan Negara oleh Ir. H. Gardjita Garwita. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi