Ki Hirup, Khutbah Fenomenal Karya Abah Sepuh

Khutbah Ki Hirup menggugah jamaah untuk menguliti dosa, mengingat kematian, dan bertobat

Jumat, 6 September 2019 bertepatan dengan 6 Muharram 1441 H., saya menyaksikan perilaku jamaah Jum’at yang berbeda. Setiap kata yang disampaikan Khatib seakan mengena ke pangkal rasa. Isak tangis, ungkapan penyesalan, kalimat istighfar, bahkan kalimat pengakuan dan kalimat munajat, “Ya Allah aku salah, aku keliru, maafkanlah aku,” terdengar lirih.

Drs. KH. Sandisi, imam dan khatib masjid Nurul Asror, Pondok Pesantren Suryalaya membawakan Khutbah fenomenal bagi Ikhwan TQN Pondok Pesantren Suryalaya, yang dikenal dengan Khutbah Ki Hirup. Penamaan ini dari jamaah, karena dalam Khutbah berbahasa Sunda itu ulangkali ada 10 frasa ”Ki Hirup”.

Khutbah ini mengajak jamaah untuk introspeksi, menelisik, menguliti kelemahan diri. Khutbah ini menegur jamaah dengan memberi cermin tentang laku salah, akhlak madzmumah yang masih dan sering dilakukan seakan hidup selamanya. Khutbah ini menggiring jamaah untuk menyadari tanda-tanda di diri bahwa mati akan menghampiri.

Baca juga: Jawaban Abah Sepuh Saat Ditanya Anaknya

Bahasa yang berima dengan metafora yang mengena masuk menembus ke pikir dan menyusuk ke relung qalbu, dan membuat jamaah tersentak tersadar ternyata hidup hanya asyik di kubangan dosa. Tangis lirih, mata sembab, suara isakan meski pelan namun terdengar memenuhi ruang masjid Nurul Asror.

Drs. KH. Sandisi mendapatkan Khutbah Jumat Ki Hirup ini dari Ajengan Mu’allim Khudaimi, Imam dan Khotib masjid Nurul Asror sebelumnya.

“Khutbah Jumat Ki Hirup ini adalah karya Syekh Mursyid Thariqat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah, Abah Sepuh, KH. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, Pendiri Pondok Pesantren Suryalaya” katanya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi