Rektor IAILM: Abah Anom Contoh Terbaik Bangun Jejaring Yang Sangat Luas
Doktor Asep menekankan bahwa momen wisuda adalah momen yang sangat berharga
Ciri utama rafa’ adalah dhammah, kita harus jadi manusia solider bukan manusia soliter. Kita harus membangun jejaring yang luas, menyalakan kolektivitas, dan kita juga mengaktifkan hubungan dengan dunia yang lebih hebat lagi, untuk kemudahan karir kita kedepannya.
“Bagi saya Pangersa Abah Anom, KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin qs adalah contoh terbaik tentang sosok yang telah membangun jejaring yang amat luas, bukan hanya dalam negeri tapi juga luar negeri,” lugasnya.
Baca juga: Pesan Rektor IAILM Saat Wisuda: Hidup Bukan Lagi Persaingan Namun Kolaborasi
Bukan hanya menciptakan perkawanan yang arif secara vertikal dengan para penguasa, namun juga menciptakan hubungan horizontal yang sangat luar biasa akrabnya dengan masyarakat.
Tanpa kita memiliki harakah dhammah, pergerakan dhammah, maka kita adalah dalam istilah peribahasa Sunda, Ka Luhur Teu Sirungan Kahandap Teu Akaran. Kita harus menghindari dari situasi seperti itu.
Yang kedua, kata cendekiawan muslim itu adalah nasab. Nasab itu artinya sebanding lurus dengan kebenaran yang kita yakini.
Siapa yang berjalan dalam kebenaran dia akan wushul (sampai), dia akan tiba pada seluruh mimpi-mimpinya. Dia akan diantarkan pada imajinasi yang selalu dia miliki.
“Nasab itu artinya kita berada pada jalan keutamaan dan kita Istiqamah di dalamnya. Kita sudah memiliki tanbih sebagai manifestasi dari TQN, dan kalau kita setia dengan tanbih itu sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan kita pada pintu gerbang kesuksesan,” tegasnya.
Baca juga: Tanbih dan Spirit Surah al Maun
Dalam uraiannya, dalam tanbih dipercakapkan bagaimana kita seharusnya berhubungan dengan Tuhan, dengan alam dengan sesama, bahkan juga relasi agama dan negara dibicarakan. Dan lebih hebat lagi, Tanbih dikunci dalam rangkaian mutiara
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

