Puncak Idul Fithri, Kembali Baik, Benar dan Indah

Takwa sejati lahir dari ibadah, keadilan, akhlak dan kepedulian pada alam dan sesama

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tidak sempurna iman salah seorang kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai untuk dirinya. (HR. Bukhari).

ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Sayangilah orang yang ada di muka bumi, maka akan menyayangimu siapa yang di langit. (HR. Tirmidzi).

Dari sini kita dianjurkan untuk meninggalkan semua hal yang bisa merusak persaudaraan kita antar sesama umat Islam, sesama anak bangsa, dan sesama manusia, bahkan sesama makhluk Allah.

وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ

Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman. [Surah Al-A’rāf: 85].

Baca juga: Pentingnya Mushafahah Saat Idul Fithri Menurut Abah Anom

Hakikat Idul Fithri sejatinya adalah kembali ke fithrah. Fithrah salah satu maknanya adalah suci.

Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengatakan bahwa suci itu menurut para pakar terdiri dari tiga hal. Baik, benar, dan indah. Allah Maha suci, segala hal yang bersumber dari Allah baik, benar dan indah.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi