Psikologi Hijrah
Hijrah memang bermakna pindah dari suatu keadaan kepada keadaan lain
Tujuan hijrah tentu perlu ditetapkan. Tuliskan dalam bentuk SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-based) dan kokoh atas gempuran pertanyaan 5W+1H. Agar tujuannya bisa diikuti maka perlu dibuatkan Road Map. Agar peta jalannya bisa dieksekusi maka perlu dirinci menjadi tindakan yang sederhana, mudah, dan dapat dijalankan sekarang.
Keadaan mendesak apa yang memaksa hijrah hanya sebagai satu-satunya pilihan? Bila tujuan bisa dicapai tanpa perlu hijrah, maka tentunya hijrah tidak jadi pilihan, bukan? Jawabannya bisa Anda temukan dengan tafakkur atau diskusi dengan sahabat terjujur Anda yang siap memberitahu area blid spot Anda. Cara lainnya dengar, amati, dan resapi komentar, sikap, tindak orang yang bertindak sebagai musuh kepada Anda.
Teman perjalanan itu penting. Bepergian ke daerah baru sendirian akan dirasakan berbeda dibandingkan bepergian bersama orang lain. Teman perjalanan memungkinkan Anda berbagi beban, mengurangi derita, meningkatkan suka cita dan meningkatkan harapan.
Baca juga: Psikologi Asah
Penolong di tempat baru itu penting. Penolong adalah siapapun ia yang sedia memberikan kemudahan kepada Anda untuk hijrah baik diminta atau tanpa diminta. Silaturahim dengan calon-calon penolong tentunya merupakan proses penting pula. Selamat berhijrah sahabatku. []
Oleh: Asep Haerul Gani (Psikolog)
#hijrah #psikolog #asephaerulgani
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

